logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Olah Raga    Ketangkasan    Bulu Tangkis

Melirik Ukuran Lapangan Badminton


Ilustrasi ukuran lapangan badminton


Badminton atau badminton telah menjadi salah satu cabang olahraga yang sangat digemari banyak orang, terutama masyarakat Indonesia. Bukan apa-apa, cabang olahraga ini telah banyak melahirkan atlet-atlet badminton yang sudah mendunia.

Sebut saja Rudi Hartono yang pernah beberapa kali merebut juara pertama di kejuaraan dunia, bahkan sampai sekarang belum ada atlet yang mampu memecahkan rekornya. Lalu ada Haryanto Arby, Joko Supriyanto, Susi Susanti, Alan Budikusumah, Hendrawan, Ardy B. Wiranata, Taufik Hidayat, dan masih banyak lagi atlet-atlet yang telah mengharumkan nama bangsa.

Sejak tahun 1992, bulutangkis atau badminton telah menjadi olahraga Olimpiade dengan lima event: Tunggal putra dan tunggal putri, Ganda putra dan ganda putri, serta ganda campuran, di mana masing-masing pasangan terdiri dari seorang pria dan seorang wanita. Pada permainan tingkat tinggi, terutama di tunggal, olahraga  jenis badminton menuntut kebugaran yang sangat baik: pemain harus aerobik membutuhkan stamina, kelincahan, kekuatan ledakan, kecepatan dan presisi. Ini juga merupakan olahraga teknis, membutuhkan koordinasi motorik yang baik dan perkembangan dari gerakan raket yang harus memikat dan tertata..

Sejarah Bulutangkis
Cabang olahraga yang termasuk ke dalam kelompok olahraga permainan ini sudah dimainkan sejak lama. Tepatnya dari negara India yang waktu itu disebut dengan Poona. Waktu itu, permainan ini dimainkan dengan sangat sederhana.

Raket yang ada pun boleh dibilang hampir mirip dengan alat pemukul kasur sekarang, dan bola yang dipakai tidaklah berbulu, melainkan berupa lilitan kain yang diikat menjadi satu hingga membentuk seperti sebuah bola. Dan, waktu itu juga belum ada jaring (net) seperti sekarang.

Permainan ini kemudian dibawa ke Inggris dan dikembangkan di sana. Setelah dilakukan uji coba berkali-kali, akhirnya terciptalah sebuah alat pemukul yang sekarang disebut dengan raket (hanya saja dahulu masih terbuat dari kayu) dan bolanya sudah terbuat dari bulu unggas karena sifatnya yang ringan sehingga dapat melayang.

Bola inilah yang kemudian disebut dengan istilah kok. Tidak hanya itu, permainan ini pun memerlukan lapangan khusus sehingga disusunlah ukuran lapangan badminton yang juga terus mengalami perkembangan.

Seiring dengan perkembangan jaman yang terus berubah, alat dan peraturan permainan ini pun mengalami perubahan, yang tentu saja semakin maju dan modern. Pada tahun 1873, permainan ini dimainkan di taman istana milik Duke de Beaufort di Badminton Gloucerter Shire, sehingga sampai sekarang dinamakanlah permainan ini dengan sebutan badminton.

Dan orang-orang Inggris pulalah yang menciptakan peraturan-peraturan permainan ini termasuk pula menentukan segalanya dan membentuk persatuan bulutangkis tingkat nasional, termasuk menentukan ukuran lapangan badminton. Kalau di Indonesia sendiri, telah terbentuk Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) pada tanggal 5 Mei 1951.

Organisasi dan Pertandingan Badminton
Sebelum membahas mengenai ukuran lapangan badminton, kita bahas dulu badmintonnya. Seiring dengan semakin meluasnya perkembangan badminton yang makin menyebar ke seluruh dunia (terutama ke Eropa, India, dan Tiongkok pada abad ke-17 dan kemudian sampai juga ke Indonesia), maka tercetuslah ide untuk membentuk organisasi atau badan bulutangkis internasional. Organisasi ini terbentuk pada tanggal 5 Juli 1934 dengan nama Internasional Badminton Federation (IBF).

Badan bulutangkis internasional tersebut kemudian menyelenggarakan kejuaraan beregu putra antarnegara pertama kali pada tahun 1948-1949 yang disebut Thomas Cup, kejuaraan beregu putri antarnegara pertama kali pada tahun 1956-1957 yang disebut Uber Cup, dan kejuaraan bulutangkis beregu campuran antarnegara pertama kali pada tahun 1989 yang disebut Sudirman Cup.

Selain ketiga kejuaraan dunia itu, ada pula kejuaraan All England, kejuaraan World Badminton Championship (kejuaraan dunia yang resmi), kejuaraan Asian Badminton Championship, dan juga menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Olimpiade, Asian Games, dan Sea Games.

Ukuran Lapangan Badminton
Lapangan badminton dibatasi dengan garis-garis dalam ukuran dan lebar tertentu. Mereka dibagi menjadi dua bagian yang sama besar dan dipisahkan oleh net yang tergantung di tiang net yang ditanam di pinggir lapangan.

Satuan yang digunakan pada ukuran lapangan badminton sebenarnya adalah feet (ft) yang merupakan satuan paling umum di Inggris, sebagai negara yang pertama kali membuat peraturan permainan ini. Angka dengan satuan ini pun sehingga begitu mudah, misalnya luas lapangan dari garis terluar adalah 44 x 20 ft.

Sedangkan di negara Indonesia, ukuran lapangan badminton yang paling umum adalah meter (m). Oleh karena itulah ukuran lapangan badminton diaplikasikan dalam ukuran meter. Dengan asumsi 1 ft sama dengan 0,3048 m, maka luas lapangan dari garis terluar adalah 13,41 x 6,1 m. Ukuran lapangan badminton secara detail bisa dilihat pada gambar di atas.

Lapangan badminton terdiri beberapa kamar yang sama besar dan simetris. Kamar-kamar ini berfungsi sebagai batas servis atau pukulan pertama permainan. Servis biasanya dilakukan secara diagonal. Ukuran lapangan badmintonjuga dibedakan berdasarkan jumlah pemain.

Untuk permainan tunggal (single) ukuran lapangan badmintonyang digunakan adalah 44 x 17 ft, sedangkan untuk permainan ganda (double) ukuran lapangan yang digunakan adalah 44 x 20 ft.

Tidak ketinggalan pula, berbicara tentang ukuran lapangan badminton, maka tidak boleh dilewatkan tentang ketinggian net. Tinggi tiang net yang digunakan adalah berukuran 5,1 ft atau 1,55 m, sedangkan tinggi netnya adalah 5 ft atau 1,52 m.
Lantai lapangan yang biasanya dipakai adalah sebagai berikut.
1. Berbahan tanah atau pasir (untuk luar ruangan).
2. Berbahan kayu (wood court).
3. Berbahan karpet sintetis (porta court).
4. Berbahan semen atau tegel (hand court).


Ukuran Lapangan Menentukan
Setiap permainan ini dimainkan demi mengejar 21 poin, dengan pemain kejar mengejar poin setiap kali mereka menang rally terlepas dari siapa yang akan melakukan serves (berbeda dengan sistem lama di mana pemain hanya bisa menang dan mendapat poin pada titik pada servis yang mereka ambil dan setiap pertandingan dimainkan sampai mengejar15 poin).  Konon, dari titik ini ada mitos, Eropa membulied Asia, karena dengan rally panjang 21 poin ini, pemain Asia yang staminan rada njot-njotan bakal sulit.  Walau ada game set sejumlah tiga kali, hal itu benar benar triky.

Ukuran lapangan badminton menentukan, karena pemain professional sudah mengukur si lapangan dengan presisi tinggi, biasanya ada perang psikologis kepada lawan, mencoba mengecoh lawan si bola keluar, padahal dengan kontrol yang ciamik bola tidak pernah keluar, hanya terlihat seperti keluar, pada akhirnya akan terkena garis dam do hitung masuk.  Aturan penggunaan garis dari ukuranpun terlihat dari saat server di mulai di mana penerima berdiri di court secara diagonal berlawanan (lihat dimensi court).

Ketika salah satu sisi yang serve kehilangan reli, servis segera beralih kepada lawan mereka (s) (ini berbeda dengan sistem lama di mana kadang-kadang yang servis bisa bergantian lolos ke pasangan ganda nya dan ini di kenal pula sebagai "Servis kedua").

Saat ini dalam even ganda, jika salah satu sisi yang lagi serve menang rally, pemain yang sama terus melayani, tetapi dia harus merubah court server sehingga selalu dinamis berganti lawan. Jika ukuran lapangannya tidak di buat dengan baik, hal ini akan merugikan pada saat pergantian serve. Misalkan ukurannya lada mencong bletot ke court sebelah kanan, yang repot tentunya ketika saling bergantian. Karena itulah, dalam pengukuran lapangan, haruslah benar benar akurat. Semakin akuran semakin bisa menjadikan pemain tidak mudah melakukan kesalahan, baik saat serve, maupun saat perang psikologis antar sesama mereka.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Tahukah Anda Sejarah Bulu Tangkis Dunia?
  • Olahraga Badminton - Olahragaku, Harapanku
  • Memahami dengan Baik Artikel Bulu Tangkis
  • Tips Memilih Raket Badminton Murah
  • Sejarah Bulu Tangkis Dalam Beberapa Versi
  • Seputar Service dalam Olahraga Bulu Tangkis
  • Permainan Bulu Tangkis Tunggal dan Ganda
  • Artikel Olahraga Bulu Tangkis
  • Raket Badminton Baik: Permainan Ok!
  • Olah raga Bulu tangkis, Cara Memainkan dan Alat-alatnya
  • Sejarah Permainan Bulu Tangkis dan Cara Bermainnya
  • Cara Main Bulu Tangkis Yang Benar
  • Liem Swie King, Pemain Bulu Tangkis Dunia dari Indonesia
  • Belajar Teknik Bulutangkis
  • Melatih Ketangkasan di Lapangan Bulu Tangkis
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA