logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Profil    Tokoh

Tokoh Sosialisme - Perjuangan Tanpa Henti Pramoedya


Ilustrasi tokoh sosialisme

Kita sering sekali mendengar kisah hidup dan pemikiran para tokoh sosialisme yang menjadi panutan banyak mahasiswa. Berbagai pemikiran itu menjadi perdebatan tiada ujung, bercampur dengan falsafah hidup yang memiliki persfektif beragam. Tokoh sosialisme berdiri dibelakang itu semua.

Pemikiran para  tokoh sosialisme ini mengacu kepada pemberontakan terhadap penindasan kaum borjuis (orang-orang kaya) terhadap kaum buruh tani dari abad ke 19. Penindasan itu merupakan dampak dari sistem ekonomi kapitalis, hasil pemikiran Adam Smith.

Dalam ekonomi kapitalis terdapat pemikiran bahwa peningkatan produksi dapat dicapai lewat pembagian kerja dan pasar bebas. Karena dengan pasar bebas (ekonomi liberal), pengusaha (non pemerintah) lebih dapat memproduksi barang dengan kualitas dan jumlah yang disukai oleh konsumen. Hal ini berbeda dengan apa yang ada dipemikiran para tokoh sosialisme.

Dalam perkembangan ekonomi kapitalisme ini, terjadi sekat dan perbedaan status sosial antara golongan pengusaha dengan buruh tani. Dan persaingan bebas yang terjadi antar pengusaha membuat kepentingan produksi lebih diutamakan daripada kesejahteraan pekerja. Maka terjadilah pertentangan antara aliran libralis-kapitalis dengan sosialis-komunis.

Berbicara tentang keberadaan tokoh sosialisme di dunia ini pasti akan terus melahirkan sebuah pemahamanan-pemahaman baru. Berkat berbagai pandangan para tokoh sosialisme itulah berbagai pemahaman baru lahir. Keadaan yang terus berkembang baik politik, budaya maupun kehidupan sosial yang dijalani oleh masyarakat adalah hal yang juga merupakan penyebab berkembangnya pemahaman seseorang.

Harus diakui bahwa Indonesia merupakan negara yang juga menganut paham "perubahan". Perubahan di dalam tubuh Indonesia juga meliputi hal-hal seperti budaya, ekonomi, politik dan sosial. Tokoh sosialisme atau mereka yang menganut paham sosial merupakan orang-orang yang berdiri di balik ini semua. Mereka adalah para pemrakarsa yang berperan atas segala macam perubahan sosial di Indonesia.

Tokoh Sosialisme Dunia

Komunisme merupakan sebuah ideologi atau faham yang berasal dari Manifest der Kommunistischen, karya Karl Marx dan Friedrich Engels. Di mana isinya merupakan analisis pendekatan kepada perjuangan kelas (sejarah dan masa kini) dan ekonomi kesejahteraan. Faham ini kemudian terus berkembang hingga sekarang dan menjadi salah satu gerakan paling berpengaruh dalam dunia politik.

Sosialisme akhirnya dipengaruhi oleh kehidupan sosial masyarakat menengah ke bawah. Banyak sekali tokoh-tokoh sosialisme yang muncul setelah Karl Marx. Sebut saja Vladimir Ilyich Lenin yang mengenalkan ajaran Karl Marx di Rusia, sekaligus pemimpin politik yang paling bertanggung jawab atas lahirnya partai komunis di Rusia.

Kemudian, ada Che Guevara pejuang revolusi Marxis Argentina dan pemimpin gerilya Kuba. Deng Xiao Ping, Mahmoud Ahmadinejad dan masih banyak tokoh lainnya yang memperjuangkan nasib para kaum buruh dari penindasan kapitalisme. Mereka adalah para tokoh sosialisme yang hidup diatas nama sosial.

Pada akhirnya, para tokoh sosialisme itu menjadi sangat terkenal di kalangan masyarakat berkat berbagai pemikiran. Pemikiran mereka memang terbilang kontroversial. Setidaknya selalu menimbulkan berbagai persepsi serta pro dan kontra di masyarakat. Tetapi kenyataannya jauh setelah kepergian mereka, mereka justru meninggalkan sejarah yang tidak bisa dilupakan saja oleh masyarakat.

Tokoh Sosialisme Indonesia

Para tokoh sosialisme juga banyak bermunculan di Indonesia. Namun, pemikiran mereka dianggap dapat menimbulkan pemberontakan masyarakat. Maka, tidak sedikit dari para tokoh sosialisme ini yang dianggap berbahaya. Seperti Francisca C. Fanggidaej, Widji Thukul, Sutan Syahrir, Pramoedya Ananta Toer dan masih banyak lainnya.

“Pena lebih tajam dari pada pedang,” salah satu kutipan Soe Hoek Gie itu sangat mencerminkan perjuangan tokoh sosialisme ini. Sebagai sastrawan, Pramoedya selalu mengemukakan pemikiran dan kritiknya terhadap pemerintah lewat berbagai berbagai karyanya.

Pramoedya Ananta Toer - Perjuangan Tanpa Henti Tokoh Sosialisme Indonesia

Pramoedya lahir di Blora, Jawa Tengah 6 Februari 1625. Pada masa kemerdekaan tokoh sosialisme ini mengikuti kelompok militer di Jawa dan di tempatkan di Jakarta. Sepajang karir militer itulah, dia sering produktif menulis buku dan cerpen.

Pada 1950, tokoh sosialisme ini mengikuti program pertukaran budaya di Belanda. Ketika kembali ke Indonesia, dia menjadi anggota Lekra, salah satu organisasi sayap kiri di Indonesia. Selama itu, tulisannya sering menyudutkan pemerintahan Soekarno. Ditunjukan dalam karyanya berjudul Korupsi, fiksi kritik pada pamong praja yang jatuh di atas perangkap korupsi.

Pram juga mulai mempelajari penyiksaan terhadap keturunan Tionghoa di Indonesia. Ia berhubungan dengan para penulis di Tiongkok, dan menerbitkan rangkaian surat-menyurat mereka yang membicarakan sejarah Tionghoa di Indonesia, berjudul Hoakiau di Indonesia.

Karena pandangan pro-Komunis Tiongkoknya, pada 1960, tokoh sosialisme ini  ditahan, tanpa pengadilan di Nusakambangan dan bukunya dilarang beredar.

Selama 14 tahun Pram merasakan menjadi tahanan politik di Nusakambangan, Pulau Buru, dan Magelang. Walaupun bukunya dilarang beredar, namun tidak menyurutkan semangatnya untuk menulis. Bahkan, di Pulau Buru tokoh sosialisme sekalligus sastrawan ini menciptakan tetralogi novel semi-fiksi sejarah Indonesia yang fenomenal, berjudul Bumi Manusia.

Novel karya tokoh sosialisme tersebut menghadirkan tokoh utama Minke, bangsawan kecil Jawa yang mencerminkan perjuangan RM Tirto Adisuryo, seorang tokoh   pergerakkan pada zaman kolonial dan pendiri organisasi Sarekat Priyayi. Jilid pertama buku ini dibawakan secara oral oleh para kawan sepenjaranya. Sisanya diselundupkan ke luar negeri untuk dikoleksi pengarang Australia, kemudian diterbitkan dalam bahasa Inggris dan Indonesia.

Salah satu karya terkenal miliki tokoh sosialisme ini, yaitu buku dokumentasi berjudul Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer. Menceritakan kisah menyedihkan para wanita Jawa yang dipaksa menjadi wanita penghibur selama masa pendudukan Jepang. Mereka mengalami penyiksaan seksual dan dibawa ke Pulau Buru. Rasa malu membuat mereka tidak kembali ke kampung halaman dan menjadi tua di sana.

Pramoedya dibebaskan 21 Desember 1979 dan mendapatkan surat pembebasan secara hukum tidak bersalah dan tidak terlibat G 30 S PKI. Namun masih menjadi tahanan rumah hingga 1992, serta tahanan kota dan tahanan negara hingga 1999.

Pada 1995 tokoh sosialisme ini mendapat Hadiah Ramon Magsaysa untuk Jurnalisme, Sastra, dan Seni Komunikasi Kreatif 1995, serta Hadiah Budaya Asia Fukuoka XI 2000. Dan tahun 2004 karena sumbangannya pada Sastra Dunia, Pram dianugrahi Norwegian Authors’ Union Award.

Pram tetap aktif menulis di usia tuanya yang sakit-sakitan. Tokoh sosialisme Indonesia ini telah menghasilkan lebih dari 50 karya, dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 41 bahasa asing. Pram akhirnya meninggal di Jakarta tanggal 30 April 2006 dalam usianya yang ke 81 tahun. Namun, karya-karyanya tetap hidup hingga sekarang.

Ditengah maraknya pelanggaran hak-hak atau nilai-nilai sosial di masyarakat, tokoh sosialisme Indonesia menjadi salah satu tokoh yang cukup diperlukan. Pemikiran mereka, para tokoh sosialisme memandang bahwa keadilan sosial adalah hal yang memang harus ditegakkan.

Tokoh sosialisme percaya bahwa pemikiran-pemikiran yang berkenaan dengan pelanggaran kehidupan bersosial merupakan hal yang bertentangan dengan kehidupan. Pandangan-pandangan kapitalis adalah musuh terbesar bagi mereka.

Mereka memiliki sebuah ideologi tertentu tentang kehidupan, kewajaran tentang kehidupan lebih tepatnya. Kehidupan yang berkaitan dengan apa saja, ekonomi dan negara. Tokoh sosialisme atau orang-orang yang memiliki ideologi sosialis seringkali mengacu pada pengikut doktrin Saint-Simon.

Hampir dapat dipastikan jika gerakan dari kaum sosialis atau tokoh sosialisme awalnya adalah merupakan pemikiran serta pergerakan dari kaum buruh industri dan buruh tani yang terjadi pada abad 19.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • PEMBAWA BERITA TV ONE
  • Bisnis Para Tokoh Kewirausahaan yang Sukses
  • Tokoh-tokoh Fisika Perubah Peradaban Dunia
  • Perjuangan dan Teladan Moh Hatta
  • Memahami Tokoh Islam LIberal
  • Biografi Linkin Park: Band Sekolah yang Menjadi Band Dunia
  • Memahami Tingkah Presiden Gusdur
  • Biografi Tokoh Indonesia di Bidang Bisnis
  • Karikatur Gus Dur: Hayati Kearifan Gus Dur Lewat Goresan
  • Menelusuri Sejarah Pangeran Antasari
  • Tokoh-tokoh ASEAN dari Indonesia
  • Black Campaign Karikatur Obama
  • Tokoh Betawi Si Pitung, Robin Hood-nya Indonesia
  • Muhammad Adalah Tokoh Nomor Satu Dunia
  • Kuntowijoyo - Tokoh Budaya Indonesia
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA