logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Ibadah Shalat

Mengenal Tata Cara Solat Taubat


Ilustrasi tata cara solat taubat

Allah menurunkan ajaran Islam dengan begitu sempurna untuk menjadi pedoman bagi umat manusia dalam menjalani kehidupannya. Allah, melalui sunnah Rasulnya, juga mengajar cara bertaubat bila manusia melakukan dosa agar ampunan-Nya selalu menyertai hambanya yang bertakwa. Termasuk dalam melaksanakan tata cara solat taubat agar doa ampunan yang kita panjatkan dikabulkan Allah subhanahu wata’ala.

Perintah Nabi

Solat atau solat Taubat merupakan solat sunah yang dilakukan sebagai bentuk penyesalan terdalam terhadap perbuatan dosa yang baru saja dilakukan. Sebagai bentuk permohonan ampunan, dalam tata cara solat taubat kita seyogyakan melakukannya sesegera mungkin begitu menyadari kesalahan terhadap perilaku atau perbuatan yang kita lakukan.

Seperti dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tarmidzi dan Abu Dawud : Dikatakan Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam, dari Ali bin Abi Talib, bahwa “Tidaklah seseorang yang melakukan perbuatan dosa lalu dia (segera) bangkit dan bersuci (dengan air wudhu) lalu melaksanakan shalat dan memohon ampunan Allah, melainkan Allah akan memberikan ampunan kepadanya. Lalu Rasulullah melanjutkan dengan menyampaikan ayat (dalam Al Qur’an Surat Ali Imran : 135)”. 

Menyegerakan Taubat

Lalu bagaimana pelaksanaan atau tata cara solat Taubat? Seperti halnya solat sunah lainnya, solat taubat juga dilaksanakan dua rakaat. Sedangkan waktu pelaksanaannya bisa kapan saja, asal jangan pada waktu-waktu yang dilarang untuk melakukan solat. Lebih penting lagi bila kita dapat melakukan solat Taubat setelah kita menyadari kekhilafan perbuatan kita. 

Menyegerakan solat taubat tak ubahnya seperti kita melakukan sujud syukur begitu mendapatkan kenikmatan atau keberkahan. Selain itu solat Taubat dapat dilaksanakan lebih dari dua rakaat, bisa 4, atau 6 rakaat. Hanya saja dalam pelaksanaannya dilakukan dengan salam setiap 2 rakaat. 

Sebelum melaksanakan solat sunah ini kita diwajibkan untuk bersuci atau berwudhu terlebih dahulu. Bahkan ada ulama yang menyarankan kita untuk juga melakukan mandi. Melalui air wudhu yang sejuk dan membersihkan itulah kita telah mengawali doa taubat agar dihilangkan dan dibersihkan serta menjadikan hati kita kembali sejuk oleh siraman kasih sayang Allah Swt. 

Yang tak kalah pentingnya diperhatikan dalam tata cara solat taubat adalah niat yang kita ucapkan saat melaksanakannya. Sebelum takbiratulihrom, bacalah : Ushali sunnat taubati rakataini lillahi ta’ala, yang artinya, Aku berniat (melaksanakan) solat sunnah taubat dua rakaat karena Allah ta’ala.

Dalam melaksanakan solat sunah ini, kita dianjurkan untuk membaca Surat Al Kafirun pada rakaat pertama, sedangkan pada rakaat kedua membaca Surat Al Ikhlas. Meskipun demikian tidak ada keharusan karena tidak ada riwayat ataupun dalil yang menganjurkan tentang bacaan surat tersebut dalam solat taubat ini.

Selain itu, setelah melaksanakan solat taubat, perbanyaklah dzikir dan panjatkan doa mohon ampunan terhadap perbuatan yang telah kita lakukan. Untuk doanya juga tidak ada keharusan untuk melafalkan dalam bahasa Arab.

Justru yang lebih utama dalam tata cara solat taubat ini adalah doa penyesalan dan mohon ampunan Allah. Doa ini bisa dipanjatkan usai sholat, namun tak ada salahnya juga kita menyampaikannya di tengah-tengah saat kita melakukan solat, khususnya lagi pada sujud terakhir. Insya Allah Swt dikabulkan.

Kisah Taubat Si Penjahat

Pada suatu malam, ada seorang ibu mengeluh dan kesal karena anaknya terus menerus menangis. Karena sudah putus asa melihat anaknya rewel terus, ditakut-takutinya anak itu.

"Diam! Kalau engkau tak mau diam, akan aku panggilkan Ali bin Baswad kemari," gertak ibunya. Seketika itu juga, anaknya diam dari tangisnya.

Sementara itu, secara kebetulan, Ali bin Baswad tengah lewat di depan rumah si ibu itu dan sekaligus mendengar gertakan ibu anak itu.

"Celakalah aku. Demikian terkenalnya aku sebagai penjahat, hingga namaku digunakan untuk menakut-nakuti anak kecil," guman Ali bin Baswad.

Sesaat setelah itu, tiba-tiba saja badan Ali bin Baswad gemetar, tubuhnya terasa lemas karena tersentuh perasaannya. Seketika, luruhlah hatinya dan ingin bertobat malam itu juga. Maka, dibuanglah goloknya dan diurungkan niatnya untuk melakukan pekerjahat jahatnya.

Segera bergegas dia pulang ke rumahnya.

Ketika Ali bin Baswad mengetuk pintu rumah, anaknya yang masih kecil menyahut dari dalam.

"Siapa itu di luar?" tanya anaknya.
"Aku, ayahmu," jawab Ali.
"Engkau bukan ayahku. Suara ayahku tak selembut itu," sahut anaknya.
"Memang anakku, yang datang sekarang bukanlah ayahmu yang keluar tadi sore. Bukalah pintunya, nak," pinta Ali.

Anak Ali kemudian membukakan pintu dan ia sangat terkejut ketika melihat ayahnya tengah menundukkan kepala dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya. Anak itu kemudian merangkul ayahnya.

"Ada apa ayah?" tanya anaknya.
"Anakku, besok ikatlah leher ayahmu ini kemudian tuntun dan araklah berkeliling kampung. Katakan pada teman-temanmu, bila ingin mengetahui penjahat yang banyak dosanya, katakan ayahmu inilah orangnya. Tapi malam ini, orang yang jahat ini telah insyaf dan bertobat," kata Ali bin Baswad sambil menangis dan menciumi pipi anaknya.

Karena merasa terharu, anak itu pun ikut menangis.

Ia gembira karena ayahnya sekarang telah insyaf dan menyesali segala perbuatannya.

"Engkau sekarang benar-benar ayahku,", kata anak itu sambil menuntun ayahnya masuk ke dalam rumah.

Hamba yang Bertobat

Taubat diisyaratkan atau ditandai dengan beberapa hal, hal yang tampak ketika seseorang sudah bertobat, adalah perilaku dan tutur kata sudah jauh lebih baik. Sifat dan sikap buruk yang ada di masa lalu, sama sekali ditinggalkan. Itulah yang disebut tobat nasuha. Bisa juga dilihat dari sikap-sikap di bawah ini:

  • Adanya penyesalan. Sikap adanya penyesalan adalah bagian dari ciri tobat nasuha. Orang yang menyesal apa yang sudah dilakukannya melanggar apa yang sudah agama atur. Orang yang tidak menyesali kesalahannya dan membanggakan apa yang dilakukannya menandakan bahwa ia belum taubat.
  • Memohon ampunan kepada Allah. Hal yang paling sederhana, manusia memohon ampun kepada Allah adalah dengan mengucapkan kalimat istighfar. Memohon ampunan kepada Allah Swt harus dilakukan dengan sepenuh hati, inilah tanda-tanda orang bertobat.
  • Yakin Untuk tidak mengulangi kesalahan yang diperbuat. 

Dalam kitab “Muqasysyafatul Qulub” Al Ghazali ada beberapa ciri manusia yang menunjukkan tobat, yaitu:

  • Ia tampak terlihat lebih bersih dan menjauh dari perbuatan maksiat, karena ia mampu menahan nafsunya.
  • Orang yang taubatnya diterima, hatinya menjadi lebih tenang.
  • Jika ia sebelumnya bergaul di lingkungan yang penuh maksiat, sesudah bertaubat ia akan mencari dan bergaul dengan lingkungan yang lebih baik. Kalaupun ia kembali, lebih bertujuan untuk mengubah dan mengajak saudara-saudaranya ke jalan Allah Swt.
  • Amal yang semakin meningkat, hal ini beralasan karena semakin jauh dari kegiatan atau perbuatan maksiat pikiran dan tubuhnya menjadi lebih sehat, sehingga apa yang dilakukan akan berkualitas.
  • Bicaranya menjadi santun, menjaga lidahnya. 

Tata Cara Solat Taubat

Solat taubat dilakukan sendiri, karena tidak disyariatkan untuk dilakukan secara berjamaah. Dan disarankan atau disunnahkan untuk melakukan istighfar sesudah mengerjakannya. Tata cara solat Taubat tidak berbeda jauh dengan solat-solat sunnah lain.

  • Berwudhu.
  • Solat sebanyak dua rokaat, sama seperti solat lainnya. Dengan niat, sebagai berikut: “Usshalli sunnatat taubati rak’ataini lillaahi ta’aalaa.” Artinya: “Aku niat sholat sunat tobat dua rakaat karena Allah”.
  • Kemudian membaca doa, “Astagfirullahal azhiim al ladzi laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaihi taubata ‘abdin zhaalimin laa yamliku li nafsihi dharran wa laa naf’an wa laa mautan wa laa hayaatan wa laa nusyuuraa.” Artinya: "Saya memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, aku mengaku bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, Tuhan yang hidup terus selalu terjaga. Aku memohon taubat kepada-Nya, selaku taubatnya seorang hamba yang banyak berdosa, yang tidak mempunyai kekuatan untuk berbuat mudharat ataupun manfaat, untuk mati atau hidup maupun bangkit lagi.”
  • Solat Taubat sama seperti sholat-sholat lain, wajib dilakukan secara khusyu. Maka sebaiknya pilihlah jam yang tenang dan jauh dari keramaian.
  • Perbanyak istighfar sesudah sholat, dan memohon ampunlah kepada Allah Swt dengan merendahkan diri di hadapan-Nya.
  • Bacaan istighfarnya sama dengan istighfar lainnya, tidak ada yang khusus.
  • Inti melakukan solat Taubat adalah memohon ampun kepada Allah Swt dan menyesali dengan sangat perbuatan maksiat atau dosa yang pernah dilakukan, dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi, serta dijauhkan dari kemaksiatan.
Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Mudahnya Melakukan Shalat Jamak
  • Sholat Hajat – Sholatlah dan Allah akan Mengabulkan Doamu!
  • Peduli Sesama dengan Shalat Ghaib
  • Terus Belajar Shalat dan Belajar Shalat Terus
  • Cara Sholat Tasbih dan Hikmahnya
  • Kunci Sholat Istikharah dan Doa'nya
  • Shalat Rawatib Penyempurna Shalat Wajib
  • Masjid Nabawi dan Keistimewaannya yang Menakjubkan
  • Sholat Tahajud dan Keutamaannya
  • Manfaat Shalat Bagi Manusia
  • Sejarah dan Tata Cara Shalat Gerhana
  • 3 Rahasia Shalat Dhuha
  • Bacaan Dzikir Setelah Shalat
  • Memahami Makna Sholat
  • Penuhi Hajat dengan Shalat Hajat
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA