Menulis Surat Lamaran Pekerjaan
Ilustrasi lamaran kerja
Anda sedang bingung mencari cara membuat surat lamaran kerja yang mampu memikah kepala HRD di sebuah perusahaan? Jangan khawatir, artikel ini akan mengulas segala hal yang berkaitan dengan pembuatan surat lamaran yang sempurna dan mampu memikat hati kepala HRD.
Tidak bisa dipungkiri, mencari kerja di era yang katanya semakin canggih ini laksana mencari jarum dalam tumpukan jerami. Ya. Mencari kerja kini semakin sulit. Bahkan, orang-orang yang memiliki gelar sarjana pun masih banyak yang menganggur. Meskipun ratusan surat lamaran kerja sudah dilayangkan pada berbagai perusahaan, pekerjaan tidak kunjung ditemui.
Lantas, apa yang salah dengan surat lamaran kerja tersebut? Boleh jadi isi surat lamaran kerja tersebut kurang memberikan kesan bagi perusahaan yang dimaksud. Meskipun hanya berbentuk lembaran kertas bertinta, surat lamaran kerja memiliki peran yang cukup vital untuk menentukan diterima atau tidaknya seorang pelamar di sebuah perusahaan.
Banyak perusahaan yang menjadikan surat lamaran kerja sebagai bagian paling penting dari semua dokumen lamaran yang diajukan. Oleh sebab itu, Anda dituntut untuk membuat surat lamaran yang baik untuk meyakinkan perusahaan.
Ibarat hendak menemui calon mertua, Anda tentu akan berusaha semaksimal mungkin untuk tampil sempurna. Demikian halnya dengan surat lamaran kerja, Anda harus membuatnya sesempurna mungkin agar mampu menghadirkan kesan positif dari si penerima sehingga mampu memikat hatinya.
Lantas, bagaimana cara membuat surat lamaran kerja yang menarik dan mampu memikat hati perusahaan? Tips berikut ini boleh dijadikan modal awal pembuatan dan penulisan surat lamaran kerja yang istimewa.
Bagian Dalam Surat Lamaran Kerja
1. Surat lamaran Kerja Harus Memiliki Kesan Individual
Saat memutuskan untuk melayangkan surat lamaran kerja pada perusahaan tertentu, Anda harus memastikan bahwa alamat perusahaan yang dicantumkan benar-benar lengkap. Selain mencantumkan alamat secara benar, Anda harus mencantumkan nama tujuan atau penerima surat lamaran tersebut. Tuliskan nama atau jabatan secara spesifik.
Satu hal yang harus Anda ingat adalah jangan langsung menyalin tempel surat lamaran yang tersedia di internet. Melihat contoh boleh-boleh saja, namun Anda harus tetap mengubah surat lamaran tersebut sesuai keperluan.
2. Surat Lamaran Kerja Harus Singkat dan Padat
Surat lamaran termasuk ke dalam jenis surat resmi. Oleh sebab itu, Anda dituntut untuk menulisnya dengan singkat tanpa basa-basi. Jangan menuliskan kalimat yang memang tidak diperlukan. Bahasa yang digunakan harus mudah dipahami, jangan memakai kata-kata atau istilah rumit.
Satu hal penting yang perlu diingat adalah jangan pernah menulis surat lamaran lebih dari satu halaman. Perusahaan pasti menerima surat lamaran dalam jumlah yang tidak sedikit. Surat lamaran panjang hanya akan sia-sia karena perusahaan cenderung mengabaikan surat lamaran tersebut.
3. Surat Lamaran Kerja Rapi dan Bersih
Sebisa mungkin, gunakanlah program komputer untuk membuat surat lamaran. Surat lamaran yang dibuat dengan komputer lebih terjamin kebersihan dan kerapiannya dibanding surat lamaran yang ditulis tangan. Surat lamaran yang rapi dan bersih tentu dapat dibaca dengan sangat mudah.
Menulis surat lamaran dengan tangan merupakan hal yang patut dihindari, kecuali jika ada perusahaan yang menuntut hal itu. Jika perusahaan meminta surat lamaran yang ditulis tangan, pastikan surat lamaran tersebut bersih dari penggunaan tip-ex dan sejenisnya.
4. Isi Surat Lamaran Kerja
Isi surat lamaran kerja terdiri atas empat komponen penting, yaitu sebagai berikut.
a. Pembukaan Surat Lamaran Kerja
Bagian pembukaan diisi dengan informasi mengenai tempat Anda mengetahui lowongan pekerjaan tersebut. Misalnya, Anda mengetahui lowongan pekerjaan itu dari iklan surat kabar, iklan di internet, maupun informasi dari teman.
b. Pekerjaan Anda Sekarang dalam Isi Surat Lamaran Kerja
Berikan informasi singkat mengenai pekerjaan Anda saat ini, seperti posisi dan bidang yang digeluti. Ceritakan pula prestasi yang telah dicapai dalam pekerjaan tersebut. Untuk memberikan gambaran lebih baik, berikan informasi secara kuantitatif. Misalnya, "Saya membawahi lima orang junior manager."
Akan tetapi, ada satu hal penting yang harus Anda perhatikan saat memberikan informasi kerja serta pencapaiannya. Pastikan bahwa hal-hal yang dituliskan hanya yang berhubungan dengan pekerjaan tujuan. Jika lowongan kerja yang tersedia di bidang marketing, ceritakan prestasi Anda yang ada kaitannya dengan kegiatan marketing, bukan pencapaian di bidang logistik.
c. Pendidikan dalam Isi Surat Lamaran Kerja
Tuliskan riwayat pendidikan secara singkat sebagai informasi tambahan. Jika nama sekolah atau perguruan tinggi Anda cukup terkenal, sebaiknya cantumkan dalam surat lamaran karena bisa memberikan peluang yang lebih besar.
d. Penutup Surat Lamaran Kerja
Satu hal penting yang harus dicantumkan pada bagian penutup adalah keinginan atau harapan kuat Anda untuk diterima di perusahaan tersebut. Sebaiknya, Anda mencantumkan waktu terbaik bagi perusahaan untuk menghubungi Anda. Jangan lupa, sertakan ucapan terima kasih.
5. Baca Kembali Surat Lamaran Kerja
Setelah selesai menuliskan semua informasi pada surat lamaran kerja, biasakan untuk melakukan proof read atau pembacaan ulang. Pastikan bahwa informasi yang Anda berikan sudah benar-benar lengkap dan tidak ada kesalahan ejaan, tidak ada kata-kata yang diulang, serta menggunakan tata bahasa yang baik.
Untuk melakukan pengecekan dalam program Microsoft Office Word, Anda bisa menggunakan spell dan grammar checker. Sebuah website mencantumkan pernyataan bahwa sebuah kesalahan dalam ejaan dapat membuat Anda kehilangan kesempatan penting untuk memperoleh pekerjaan.
Bagian Luar Surat Lamaran Kerja
Sebuah perusahaan tentu tidak hanya menilai surat lamaran kerja hanya dari bagian dalamnya saja. Ada juga penilaian yang didasarkan pada bagian luar surat lamaran kerja. bagian luar surat lamaran kerja biasanya terdiri atas dua bagian penting, yakni dokumen pendukung surat lamaran kerja dan amplop yang digunakan untuk mengemas surat lamaran kerja tersebut.
1. Dokumen Pendukung Surat Lamaran Kerja
Sebuah perusahaan yang akan merekrut karyawan baru biasanya akan membuka lowongan kerja dan meminta sejumlah persyaratan tambahan. Nah, persyaratan tambahan yang diminta oleh perusahaan tersebut dalam surat lamaran kerja dimasukkan ke dalam dokumen pendukung.
Dokumen pendukung yang harus ada dan biasanya memang diminta oleh sebuah perusahaan, di antaranya sebagai berikut.
- Fotocopy ijazah pendidikan terakhir.
- Fotocopy transkrip nilai pendidikan terakhir.
- Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP).
- Pas Foto terbaru dengan ukuran sesuai ketentuan perusahaan (biasanya ukuran 4 x 6).
Namun, ada juga beberapa perusahaan yang meminta dokumen tambahan lain dalam surat lamaran, seperti fotocopy SIM, sertifikat brevet, nilai TOEFL, dan sebagainya. bahkan, jika Anda hendak memasukkan lamaran kerja ke sebuah instansi pemerintah atau perusahaan persero, Anda juga harus menyertakan kartu pencari kerja (kartu kuning) dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang masih berlaku.
2. Amplop Surat Lamaran Kerja
Orang selalu beranggapan bahwa amplop tidaklah memiliki pengaruh yang signifikan dalam proses membuat surat lamaran kerja. Mereka menganggap amplop hanya sebagai bungkus saja. Anggapan tersebut tidaklah salah, namun ada hal yang tidak mereka ketahui. Ingat, surat lamaran kerja yang diterima di sebuah perusahaan jumlahnya pasti sangat banyak. Anda tentu tidak ingin jika surat lamaran Anda tidak tersentuh dan tidak dibaca oleh si penerima, bukan?
Nah, untuk memastikan surat lamaran kerja Anda dibaca oleh si penerima, usahakan amplop yang Anda gunakan harus mampu menarik perhatian mata si penerima. Untuk itu, Anda bisa menggunakan warna yang mencolok atau yang paling identik dengan warna dominan di perusahaan tersebut. Jika sudah begitu, dijamin Anda akan langsung mendapatkan panggilan untuk mengikuti tes. Jika sudah mendapat panggilan, langkah selanjutnya hanya tinggal memaksimalkan pengetahuan Anda saja selama mengikuti tes tertulis maupun wawancara.
Semoga bermanfaat!

