logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Industri & Perdagangan    Manufaktur    Akuntansi Perusahaan Manufaktur

Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur


Ilustrasi siklus akuntansi perusahaan manufaktur

Sebelum memahami siklus akuntansi perusahaan manufaktur, ada baiknya apabila Anda memahami terlebih dahulu definisi dari akuntansi itu sendiri. Sebenarnya, istilah akuntansi dapat didefinisikan dari dua sudut pandang yang berbeda.

Sudut pandang yang pertama menekankan pada penggunaan informasi akuntansi. Dari sudut pandang ini, akuntansi didefinisikan sebagai satu disiplin ilmu yang menyediakan informasi esensial demi menuntun pada efisiensi dan evaluasi sekaligus aktivitas suatu perusahaan.

Sedangkan sudut pandang yang kedua lebih menekankan pada aktivitas akuntansi atau pekerjaan yang dilakukan oleh seorang akuntan. Dilihat dari sudut pandang ini, istilah akuntansi merujuk pada hasil aktivitas ekonomi dari perusahaan yang diakumulasikan, dianalisis, diklasifikasikan, dicatat, diringkas, dijumlahkan, dan dilaporkan sebagai informasi.


Tiga Sistem dalam Akuntansi Manufaktur

Dalam pencatatan dan pelaporan inventaris manufaktur (inventaris bahan mentah, inventaris barang dalam proses, dan inventaris barang jadi), dikenal tiga sistem akuntansi manufaktur yang berbeda. Ketiga sistem akuntansi tersebut akan berpengaruh pada siklus akuntansi perusahaan manufaktur secara langsung. Berikut adalah penjelasan dari ketiga sistem akuntansi manufaktur:

  1. Sistem periodik. Dalam sistem periodik laporan inventaris, masing-masing operasi periodik inventaris diambil dari bahan mentah, barang dalam proses, dan barang jadi. Selanjutnya di akhir periode, dihitung biaya dari barang-barang yang telah diproduksi dan biaya barang-barang yang dijual.

    Pada intinya, suatu sistem periodik merupakan sistem yang inventaris manufakturnya dapat ditentukan hanya dengan perhitungan fisik pada periode tertentu. Namun sayangnya, metode periodik ini tidak melaporkan biaya-biaya manufaktur sedini mungkin selama periode produksi. Biaya-biaya tersebut dilaporkan secara periodik, tidak dibukukan untuk pelaporan yang berkelanjutan atau terus menerus.

  2. Sistem pesanan pekerjaan, menggunakan metode perpetual. Sistem yang menggunakan metode perpetual lebih sering digunakan dari pada metode periodik. Hal ini disebabkan karena dengan metode perpetual dapat dilakukan pengendalian biaya secara harian.

    Sistem akuntansi biaya pesanan atau job order accounting system dirancang untuk mengendalikan biaya perusahaan manufaktur yang melakukan proses produksi berdasarkan pada pesanan-pesanan atau pekerjaan-pekerjaan individual.

    Jadi, semua pencatatan biaya individual dihitung untuk tiap-tiap pekerjaan atau pesanan. Catatan tersebut diakumulasikan ke dalam biaya-biaya bahan mentah, tenaga kerja langsung dan overhead pabrik.

  3. Sistem biaya proses, menggunakan metode perpetual. Berbeda dengan sistem akuntansi biaya pesanan, sistem akuntansi biaya proses atau cost process accounting system ini dirancang untuk mengendalikan biaya perusahaan manufaktur yang melakukan proses produksi dalam jumlah banyak atau massal.

    Pengendalian yang ditekankan dalam sistem ini bukanlah pada pekerjaan individual sebagaimana sistem pesanan pekerjaan, melainkan ditekankan pada proses pengoperasiannya.


Gambaran Umum Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur

Siklus akuntansi perusahaan manufaktur yang menggunakan sistem periodik tidak jauh berbeda dengan siklus akuntansi perusahaan dagang. Siklus tersebut memiliki tiga aktivitas dasar yang berurutan sebagaimana berikut ini:

  1. Dasar aktivitas 1, seleksi data yang sesuai untuk dimasukkan dalam sistem akuntansi. Data-data yang dapat dimasukkan dalam sistem akuntansi terbatas pada data yang bersifat kuantitatif.

    Meskipun data kualitatif juga memegang peran penting sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan, data kualitatif tersebut tetap tidak dapat dimasukkan dalam siklus akuntansi. Itulah mengapa, pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pihak manajemen tidak cukup bila didasarkan pada informasi akuntansi saja.

  2. Dasar aktivitas 2, pengolahan data. Yaitu pencatatan transaksi ke dalam jurnal. Pencatatan ini merupakan dasar dari pengelompokkan inventaris bahan mentah, inventaris barang dalam proses, dan inventaris barang jadi.

    Selanjutnya, catatan dari jurnal dimasukkan ke buku besar untuk klasifikasi data lebih jauh lagi. Setelah itu dibuat neraca saldo, penyesuaian neraca saldo, lalu dimasukkan dalam neraca lajur. Dari neraca lajur inilah kemudian dibuat beberapa laporan keuangan dan laporan-laporan lainnya.

  3. Dasar ativitas 3, merancang laporan keuangan dan beberapa laporan lain yang diperlukan. Yaitu laporan perubahan modal, laporan laba rugi, dan neraca. Selain laporan keuangan tersebut, dapat pula dibuat laporan manufaktur, daftar overhead pabrik, daftar harga pokok barang yang dijual, dan daftar pendapatan.
Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Elemen dan Inventaris dalam Akuntansi Manufaktur
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA