logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Hiburan    Cerita    Cerita Rakyat

Ringkasan Cerita Ramayana Versi Jawa dan India


 

Ilustrasi ringkasan cerita ramayana

 

Kisah Ramayana merupakan kisah romantis sepanjang masa. Oleh karena itu tidak lah mengherankan jika kemudian banyak orang yang mencari ringkasan cerita Ramayana ini. Nah, untuk membantu pembaca yang sedang mencari ringkasan cerita Ramayana, penulis akan menyajikannya melalui atikel ini. namun, sebelum mulai membuat ringkasannya, mari kita mengingat kembali kisah Ramayana ini.

Tokoh Sentral dalam Kisah Ramayana 

Dalam berbagai versi, kisah ramayana kerap mengalami alur dan cerita yang berbeda-beda. Ini tidak hanya terjadi di Indonesia, khususnya Jawa saja, melainkan di daerah asalnya, India, pun cerita Ramayana sudah memiliki beberapa versi yang berbeda.

Di India, meski banyak versi berbeda dalam penyampaian kisah Ramayana, namun semuanya memiliki tokoh sentral yang sama, yakni Rama dan Sinta. Ya, cerita Ramayana memang sebuah cerita yang mengisahkan tentang romantisme cinta yang terjadi antara Rama dan Sinta. Meskipun ada tokoh-tohoh lain yang hadir dalam kisah ini, semuanya hanyalah tokoh pembantu saja.

Bagaimana dengan cerita ramayana versi Jawa? Dalam versi Jawa cerita ramayana terdiri atas dua jenis, pertama versi kakawin dan yang kedua versi prosa. Meskipun sama-sama dari Jawa, kedua versi ini memiliki alur cerita yang berbeda, terutama dalam bagian akhir cerita. Meski begitu, versi Jawa pun mengangkat tokoh sentral yang sama, yakni Rama dan Sinta.

Rama dan Sinta, adalah tokoh sentral dalam cerita Ramayana. Di daerah Jawa, setiap malam bulan purnama, cerita Ramayana senantiasa dipentaskan di panggung seni budaya candi Roro Jonggrang atau candi Prambanan di Yogyayakarta.

Menurut sebagian besar masyarakat Jawa, kiisah Ramayana ini sebenarnya merupakan sebuah ajaran agama Hindu Budha yang disebarkan dalam sebuah sendra tari yang penuh makna dan penuh dengan pesan-pesan moral.

Akan tetapi saat ini, masyarakat lebih memandang sebagai sebuah karya seni dalam bentuk sendra tari yang menawan. Ringkasan cerita Ramayana ini pun telah banyak ditulis oleh para pujangga. Kisah Rama dan Sinta ini juga tertuang dalam alur cerita di dinding relief candi Prambanan, Jawa Tengah.

Penulis Cerita Ramayana

Cerita Ramayana ini awalnya ditulis dalam bahasa kuno yang diduga ditulis oleh pujangga Yogiswara pada masa pemerintahan Dyah Balitung di kerajaan Mataram Kuno yang diperkirakan terjadi pada 820-832 tahun Saka atau sekitar 870 M. Cerita Ramayana ini dalam ajaran Hindu Budha disebut dengan kakawin.

Tentang penulis kakawin Ramayana masih menjadi pertentangan di kalangan sastrawan Hindu dan Budha. Prof. Dr. R.M.Ng. Purbatjaraka, tidak meyakini bahwa penulis Ramayana adalah Yogiswara.  Menurut Prof. Dr. R.M.Ng. Purbatjaraka, kalimat Yogiswara memang tertera di baris terakhir kakawin Ramayana versi Jawa, namun bukan merupakan jatidiri atau nama penulis dari Ramayana ini.

Di lain pihak, kakawin Ramayana diakui sebagai karya pujangga India kuno yang bernama Bhattikawya. Adalah seorang peneliti India yang bernama Manomohon Ghosh telah menyimpulkan hal tersebut. Manomohan Ghosh telah menemukan beberapa bait kisah Ramayana di kitab Rawanawadha. Rawanadha adalah kitab yang menjadi rujukan penulisan kisah Rama dan Sinta didalam cerita Ramayana  versi Walmiki.

Perbedaan Alur dalam Ringkasan Cerita Ramayana

Di dalam alur cerita Ramayana ini ada perbedaan antara kisah Rama dan Sinta di dalam Ramayana versi India dengan kisah Rama dan Sinta versi Ramayan Jawa. Di dalam versi cerita Ramayana Jawa, pertemuan antara Rama dan Sinta terjadi di Ayodya dan mereka tidak berpisah lagi. 

Sementara di dalam cerita Ramayana versi Ramayana India diceritakan bahwa Rama dan Sinta berpisah kembali di Ayodya setelah mereka bertemu. Apa yang membuat Rama dan Sinta berpisah menurut versi India? Pembaca sekalian akan mengetahuinya melalui ringkasan cerita Ramayana yang akan penunis hadirkan berikut.

Ringkasan Cerita Ramayana Versi Jawa

Cerita ini dimulai dari kisah sang Prabu Dasaratha yang berasal dari negeri Ayodya. Prabu Dasaratha mempunyai empat orang anak yang semuanya laki-laki. Keempat anak itu diberi nama Rama, Bharata, Laksmana, dan Satrughna. Seorang resi atau Begawan yang bernama Wismawamitra mengajukan permohonan bantuan kepada sang Prabu Dasaratha.

Resi Wismawamitra merasa ketakutan dan tidak mampu menghadapi gangguan para raksasa yang mengganggu daerah pertapaannya. Maka sang prabu Dasaratha memberi bantuan kepada resi Wismawamitra dengan mengutus puteranya Rama dan Laksmana untuk mengusir para raksasa tersebut.

Sesuai dengan amanat ayahandanya, Rama dan Laksmana berhasil menghabisi para raksasa pengganggu area pertapaan itu. Setelah itu Rama dan Laksmana pergi ke negeri Mithila untuk mengikuti sayembara memanah berhadiah seorang putri raja yang bernama Sinta. Singkat cerita,  Rama pun keluar sebagai pemenang dan memboyong putri raja pulang ke Ayodya.

Alkisah karena ada solidaritas dendam para raksasa yang telah dibunuh oleh Rama, maka di kemudian hari kehidupan Rama dan Sinta diganggu oleh para raksasa Rahwana. Di dalam cerita juga Rama dan Sinta serta Laksmana pernah meninggalkan kerajaan dikarenakan untuk memberi kesempatan kepada adiknya Bharata (adik lain ibu) untuk menjadi raja Ayodya.

Kemudian di tengah hutan Rama dan Sinta diusik ketenangannya. Raksasa menculik istri Rama. Sinta sempat dibantu oleh Jatayu, namun akhirnya Jatayu mati. Jatayu adalah sahabat ayahandanya Prabu Dasaratha. Di dalam kondisi sekarat Jatayu melapor ke Rama dan Laksmana bahwa Sinta dibawa Rahwana ke kerajaannya.

Di dalam perjalannya Rama dan Laksmana bertemu kawanan kera putih yang siap membantu perjuangan Rama. Bala bantuan itu dipimpin oleh Hanoman. Karena dibantu oleh banyak pasukan maka mereka berhasil membunuh Rahwana. Akhirnya Rama bisa membebaskan istrinya Sinta dan kembali Ayodya. Selanjutnya Rama diangkat menjadi Raja Ayodya lagi.

Ringkasan Cerita Ramayana Versi India

Tidak banyak sumber yang bisa dijadikan referensi untuk menghadirkan ringkasan cerita Ramayana asli dari tanah India. Namun, kisah Ramayana dari India bisa kita telisik berdasarkan versi Jawa yang berupa prosa. Cerita Ramayana Jawa versi prosa ini dianggap mengamnbil sumber langsung dari cerita Ramayana India.

Dalam ringkasan cerita Ramayana versi India ini tidak terdapat perbedaan cerita yang signifikan. Hanya akhir ceritanya saja yang sangat bertolak belakang. Ya, ringkasan cerita Ramayana versi India kurang begitu disenangi karena berakhir dengan ketidakbahagiaan untuk Rama dan Sinta.

Ringkasan cerita Ramayana versi India menyebutkan bahwa di akhir cerita, Rama dan Sinta memang bertemu kembali. Namun kemudian mereka berpisah lagi. Perpisahan ini disebabkan Rama terpengaruh oleh rakyatnya yang meragukan kesucian Sinta. Rakyat menganggap bahwa selama sinta berada di kerajaan Alengka bisa saja dia sudah dinodai rajanya.

Dengan adanya pengaruh dari rakyanya, Sinta yang saat itu tengah mengandung di usir keluar istana oleh Rama. Tidak diceritakan Sinta pergi ke mana dan dengan siapa. Yang kemudian menjadi sumber cerita lagi adalah ketika Sinta melahirkan dua anak kembar yang bernama Kusha dan lawa. Kemudian di akhir ringkasan cerita Ramayana versi India disebutkan bahwa di kemudian hari Sinta meninggal ditelan bumi.

Kebaikan Versus Kebatilan dalam Cerita Ramayana

Bila dilihat dari cerita ramayan, kita menemukan adanya kebaikan dan kebatilan. Keduanya selalu ada dan selalu berseteru. Rama adalah sosok yang digambarkan memiliki kebaikan karena ia mampu berhasil menghabisi para raksasa pengganggu area pertapaan Prabu Dasaratha Prabu Dasaratha.

Kebatilan digambarkan dengan perilaku para raksasa yang suka menggangu dan dendamnya kepada Rama yang tak pernah hilang. Raksasa Rahwana ingin melakukan balas dendam terhdap Rama. Meski demikian, tak akan berhasil.

Tak ada kebatilan selama-lamanya, yang selalu ada adalah kebaikan. Inilah yang ditampilkan dalam cerita Ramayana. Untuk membunuh raksasa Rahwana, Rama dibantu oleh para kera putih dipimpin oleh Hanoman. Karena dibantu oleh banyak pasukan maka Rama berhasil membunuh Rahwana. Akhirnya Rama bisa membebaskan istrinya Sinta yang ditawan oleh Rahmana.

Intinya, inilah kehidupan manusia. Tuhan selalu menyiapkan penolong untuk orang yang selalu melakukan kebaikan. Tak ada kejahatan yang abadi, yang ada adalah kebaikan.

Nah, itulah sekilas bahasan mengenai ringkasan cerita ramayana dari tanah Jawa dan India. Anda bebas menentukan untuk lebih memercayai yang mana. versi jawa boleh, versi India pun silakan. Namun satu yang pasti, kisah romantis Rama dan Sinta ini sudah menjadi kisah sepanjang masa, meski kebenaran kisahnya di tiap versi berbeda.  Semoga bermanfaat!

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Empat Tokoh Populer Dalam Cerita Rakyat Jakarta
  • Peri dalam Kisah Cinderella dan Peter Pan
  • Memetik Hikmah dari Cerita Mengharukan
  • Legenda Rakyat Indonesia
  • Cerita Wayang - Punakawan Simbol Kemanusiaan
  • Memilih Cerita Rakyat Bergambar untuk Balita
  • Manfaat Cerita Rakyat Nusantara untuk Anak
  • Cerita Kerajaan Kediri
  • Inspirasi Hari Ini: Kepak Semangat Garuda untuk Timnas
  • Kilas Balik Sejarah Sepeda Ontel
  • Cerita Rakyat Bandung Bondowoso dan Sejarah Prambanan
  • Sultan Agung � Sultan Kebanggaan Kesultanan Mataram
  • Mengenang Bandung Tempo Dulu
  • Cerita Abu Nawas: Cerita Komedi dari Si Penyair Andal
  • Ular Naga - Mitos atau Fakta?
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA