logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Sosial    Pendidikan Sosial

Merancang Poster Iklan Layanan Masyarakat


Ilustrasi poster iklan layanan masyarakat

Mencermati poster iklan layanan masyarakat belakangan ini kian membosankan. Bukan saja kaku, formal, dan minim makna. Melainkan juga pesan yang tidak menarik. Ketika terjadi event besar semisal sensus penduduk baru iklan layanan masyarakat dirancang.

Sifatnya yang insidental harus menimbulkan kesan pertama yang mendalam. Iklan layanan masyarakat harus mampu menyampaikan pesan secara tepat dalam hitungan detik. Nah, salah satunya melalui poster iklan layanan masyarakat.

Nilai Poster Iklan

Ketika mendesain poster iklan layanan masyarakat hal apa yang harus diperhatikan?

  • Informasi. Poster iklan layanan masyarakat pasti mempunyai muatan informasi yang harus disampaikan. Informasi itu berjejalan dalam suatu poster yang berukuran mini. Informasi berarti adalah pesan atau makna yang harus sampai pada pembaca (masyarakat).

  • Edukasi. Poster iklan layanan masyarakat harus juga mempunyai muatan edukasi. Edukasi di sini ialah nilai pendidikan yang terkandung dalam poster. Edukasi semisal how to, instruksi, dsb. Edukasi lebih bersifat enlightment (pencerahan) masyarakat.

  • Entertaiment. Poster iklan layanan masyarakat itu jangan dibuat membosankan. Unsur hiburan harus ada. Hiburan menjaga pembaca untuk tidak boring ketika menyimak poster iklan layanan masyarakat. Disuguhi hanya sekadar informasi dan edukasi gampang membuat jenuh.

Menggenjot Daya Tarik Iklan dalam 3 Tipe

Suatu iklan produk baik barang atau jasa yang efektif dapat menimbulkan dampak bagi konsumen. Daya tarik pesan merupakan salah satu faktor pendorong timbulnya efek dari pemirsa.

Dengan demikian sebuah pesan idealnya harus mendapat perhatian (attention), mempertahankan minat (interst), menimbulkan keinginan (desire) dan memperoleh tindakan (action).

Sedangkan Bovee (1976) mengungkapkan bahwa "iklan yang baik harus mengacu pada segi daya tarik," baginya iklan terdiri atas daya tarik pesan dalam artian kata-kata, kalimat dan berikut daya tarik fisik, penampilan luar, ilustrasi yang menyertai iklan tersebut.

Script writer / pengiklan juga harus membayangkan daya tarik atau tema pesan iklan yang menghasilkan respon dari konsumen yang dikehendaki. Menurut Kotler dalam Sindoro (1996) terdapat tiga tipe daya tarik yaitu:

  1. Daya tarik rasional Berkaitan dengan minat pribadi sasaran. Daya tarik ini menunjukkan bahwa produk akan menghasilkan manfaat yang diinginkan. Contohnya adalah pesan yang menunjukkan mutu, ekonomi, nilai, atau kinerja produk
  2. Daya tarik emosional Berusaha mengendalikan emosi negatif atau positif yang dapat memotivasi pembeli. Ini termasuk rasa takut, bersalah, dan malu yang mendorong orang melakukan hal-hal yang seharusnya mereka lakukan atau berhenti melakukan hal-hal yang seharusnya tidak mereka lakukan. Script writer / pengiklan juga menggunakan daya tarik emosional positif seperti cinta, humor, kebanggaan, dan kegembiraan.
  3. Daya tarik moral Ditujukan pada perasaan sasaran mengenai apa yang "benar" dan "pada tempatnya". Daya tarik ini seringkali dipergunakan untuk mendorong orang mendukung aksi sosial, seperti kebersihan lingkungan, hubungan antar ras yang lebih baik, persamaan hak untuk kaum perempuan, dan bagi yang membutuhkan.

Daya Tarik Rasional

Daya tarik rasional (rational appeals) menarik minat pribadi (self interest) khalayak dan menunjukkan bahwa produk tersebut mempunyai manfaat yang diminta Sebagai contoh adalah pesan yang memamerkan kualitas, ekonomi, nilai atau kinerja produk.

Banyak dipercaya bahwa pembeli industrial paling responsif terhadap daya tarik rasional karena mereka dapat memiliki pengetahuan luas tentang kelas produk, terlatih untuk mengenali nilai, dan bertanggung jawab kepada pihak lain atas pilihan mereka.

Begitu juga dengan konsumen akan memberikan respon terhadap daya tarik rasional, hal ini dilakukan ketika membeli barang tertentu yang berharga mahal cenderung untuk membandingkan berbagai alternatif pilihan dan mengumpulkan informasi seperti bagaimana kualitas produk, kinerja produk, nilai ekonomis produk.

Iklan yang menggunakan daya tarik rasional adalah iklan Mercedes yang menawarkan mobil dengan "mesin tiada duanya di dunia". Iklan ini menekankan rancangan teknik mesin, kinerja, dan keamanan mobil.

Kesimpulan yang dapat diambil adalah setiap informasi tentang produk melalui kegiatan iklan lebih banyak menggunakan daya tarik rasional karena konsumen cenderung merespon iklan yang menggunakan daya tarik rasional seperti kulaitas, nilai, ekonomi, dan kinerja suatu produk.

Daya Tarik Emosional

Daya tarik emosional (emotional appeals) berusaha menimbulkan emosi negatif atau positif yang akan mendorong konsumen untuk membeli produk. Script writer / pengiklan menggunakan daya tarik rasa takut (fear), rasa bersalah (guilt), dan rasa malu (shame) dalam membuat orang melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan.

Misalnya, menggosok gigi, melakukan pemeriksaan kesehatan tahunan) atau tidak lagi melakukan hal-hal yang tidak seharusnyan dilakukan (misalnya, merokok, minum-minuman keras, penyalahgunaan obat, makan berlebihan.

Daya tarik emosional negatif seperti rasa takut, rasa bersalah, rasa malu akan efektif dalam batas tertentu, tetapi jika khalayak merasakan terlalu banyak rasa takut dalam pesan tersebut maka khalayak akan menghindari.

Script writer / pengiklan juga menggunakan daya tarik emosional positif seperti humor, cinta, rasa bangga, dan kegembiraan, kasih sayang. Pesan yang penuh humor mungkin mampu menarik lebih banyak perhatian dan menciptakan rasa suka dan keyakinan yang lebih besar khalayak tetapi humor juga dapat mengurangi pemahaman.

Daya Tarik Moral

Inilah yang perlu di perhatikan para pembuat iklan layanan masyarakat. Tujuan utamanya adalah mencoba medudukan moralitas masyarakat pada posisi yang benar dan posisi yang mencerminkan keberadaan natural yang seharusnya yang ada di masyarakat.

Moralitas masyarakat di suatu tempat dengan tempat lainnya tentu berbeda, oleh karena itulah pengiklan akan senantiasa harus mampu selektif dalam menyajikan suatu pandangan normatif kepada masyarakat.

Cukup banyak iklan layanan yang baik, namun masyarakat menolaknya karena bermasalah dari sisi penerimaan, ketidaksiapan masyarakat kepada konteks yang belum mereka adaptasi. Seperti iklan kondom di TV. Dan sejenisnya. Jadi sebaiknya Anda harus berhati hati berurusan dengan permasalahan moralitas pada sebentuk iklan layanan.

Tips

Poster iklan layanan masyarakat hakikatnya adalah untuk kepentingan publik. Jadi yang menjadi sasaran utama adalah masyarakat luas. Sehingga pesan harus disesuaikan dengan bahasa publik. Namun, tidak itu saja yang mesti dilakukan. Berikut ini tips yang tak boleh dilewatkan.

  • Lugas. Pemilihan bahasa yang lugas akan membuat pesan to the point. Hindari penggunaan kalimat yang terlalu panjang. Apalagi yang miskin makna (meaning less). Bahasa lugas tidak harus terlalu pendek juga tak terlalu panjang.

  • Ringkas. Semisal orang bijak bayar pajak! Bahasa yang ringkas membuat masyarakat tak harus membaca panjang panjang untuk memahami pesan. Semakin ringkas pesan yang ditulis semakin bagus dalam metode komunikasi.

  • Space. Poster yang berukuran kecil dan besar pasti mempunyai space yang terbatas. Hal ini harus diakali. Pengunaan space harus seimbang. Space yang berlebihan pun tidak bagus. Tapi juga menampilkan ruang yang kosong terlalu banyak tidak akan enak dipandang mata.

  • Layout. Nah, soal ini yang paling penting. People now judge book by the cover. Pemilihan warna, bentuk poster, dsb penting untuk menunjang penyampaian pesan efektif. Layout ini berperan banyak untuk menimbulkan kesan pertama. Coba sytle yang lebih modern, ngepop, dan unik. Patut dicoba dalam poster iklan layanan masyarakat.
Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Mencoba Memahami Maksud Poster Layanan Masyarakat - ANNEAHIRA.COM
  • Sasaran Iklan Layanan Masyarakat - ANNEAHIRA.COM
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA