Memahami Pengertian Status Gizi dan Problematikanya
Ilustrasi pengertian status gizi
Mendalami tentang pengertian status gizi manusia sangatlah penting bagi pribadi maupun masyarakat sekitar. Menurut Hadi (2002) pengertian status gizi adalah ekspresi terhadap salah satu aspek atau lebih dari nutrisi yang dibutuhkan individu dalam sebuah variabel. Dan pengetahuan tentang aspek nutrisi yang dibutuhkan oleh masing-masing individu ini menjadi dasar penting agar mampu memberikan arahan untuk mencapai masyarakat yang sehat.
Sedangkan menurut Supriasa (2001) pengertian status gizi adalah ekspresi dari keadaan keseimbangan tubuh, baik kesehatan fisik maupun psikologis dalam variabel tertentu atau wujud dari ekspresi nutrisi dalam bentuk suatu variabel.
Ada satu lagi pengertian status gizi yaitu menurut Gibson (1990) status gizi adalah keadaan tubuh berupa hasil akhir dari keseimbangan antara zat gizi yang masuk ke dalam tubuh dan juga perwujudan manfaatnya.
Apapun pengertian status gizi, hal yang mendasar adalah bagaimana masyarakat bisa memperoleh asupan gizi yang seimbang untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal sesuai dengan usia dan kebutuhan masing-masing. Status gizi ini juga merupakan variabel yang diperlukan para penyuluh kesehatan terutama yang berkaitan langsung dengan peningkatan gizi masyarakat. Dengan demikian status gizi seseorang atau secara umum status gizi masyarakat harus bisa dipertanggung jawabkan agar dalam menentukan nilai kecukupan gizi masyarakat bisa diberikan treatmen yang sesuai.
Tentu saja jangan sampai status gizi masyarakat merupakan deretan angka-angka ideal yang tidak sesuai dengan yang fakta yang ada di masyarakat. Kekeliruan menentukan angka status gizi masyarakat bisa berakibat fatal karena akan keliru pula dalam hal memberikan treatmen-nya.
Permasalahan Status Gizi
Problem tentang status gizi bukan hanya masalah individu, namun sejatinya adalah problem mendasar dari masyarakat. Menjaga status gizi seseorang tidak bisa mengandalkan asupan nutrisi yang sehat saja, atau sekadar lingkungan yang bersih semata. Mengapa demikian? Karena timbulnya masalah gizi hingga penyebaran penyakit disebabkan oleh banyak faktor. Karena itulah status gizi masyarakat bukan masalah gampang atau bisa dibuat gampang, karena sebenarnya merupakan salah satu kunci untuk mencapai derajat kesehatan yang baik. Masalah kesehatan masyarakat itu sendiri merupakan upaya yang akan terus ditingkatkan keadaannya oleh pemerintah agar tercipta masyarakat yang sehat. Masyarakat yang sehat merupakan sumber daya manusia yang prima, sehingga pada akhirnya akan mampu menyelenggarakan berbagai kegiatan pembangunan baik untuk kepentingan dirinya, masyarakat maupun negara.
Sebaliknya bila masyarakatnya sakit-sakit, mudah terjangkit penyakit, akan menyebabkan kondisi fisik yang lemah. Apabila kondisi fisik masyarakat lemah, sumber daya manusia pun akan lemah yang pada akhirnya akan melemah pula kontribusinya dalam pembangunan bangsa dan negara ini.
Secara sederhana masalah gizi, sering dikaitkan dengan kekurangan pangan atau bahan pokok. Banyak yang beranggapan solusinya adalah peningkatan produksi pangan dan pengadaan pangan bagi masyarakat. Padahal, banyak fakta yang menyebutkan bahwa kasus kekurangan gizi bisa disebabkan oleh beragam krisis, seperti bencana alam, kekeringan, perang yang berkepanjangan, kekacauan sosial, kelangkaan bahan pangan, hingga krisis ekonomi.
Jadi sejatinya penjagaan status gizi dalam keluarga bisa dilakukan dengan meningkatkan kemampuan setiap rumah tangga dalam memperoleh makanan yang sehat dan menjaga stabilitas kesehatan untuk semua anggota keluarganya.
Maka dari itu, untuk meningkatkan status gizi masyarakat dibutuhkan peraturan pemerintah dan aksi nyata yang menjamin masing-masing anggota masyarakat mendapatkan makanan yang sehat dan jaminan kesehatan yang memadai sesuai dengan kemampuan masyarakat. Karena gizi bukan hanya masalah kesehatan, namun juga telah mencakup ranah kemiskinan, pemerataan, dan tersedianya kesempatan kerja. Sebaliknya bila semua elemen itu tidak diperhatikan dengan sungguh-sungguh pada akhirnya yang rugi adalah negara itu sendiri.
Status gizi merupakan elemen penting dalam mendorong masyarakat yang sehat dan produktif. Dengan demikian jangan pernah terjadi menentukan status gizi masyarakat secara sembarangan, karena pada akhirnya akan melahirkan kondisi yang tidak diharapkan. Ketika menentukan status gizi masyarakat, maka yang menjadi tolak ukur jangan semata-mata kecukupan bahan pangan, tetapi harus dipandang dari berbagai aspek, termasuk di dalamnya adalah masalah keamanan. Diharapkan dengan keamanan yang terjamin, masyarakat bisa bekerja dengan baik, sehingga hasil dari pekerjaannya itu bisa mendapat upah yang sepadan sehingga bisa membeli bahan pokok yang sesuai dengan derajat kesehatan. Pada akhirnya akan melahirkan generasi yang sehat, yang menjadi sumber daya manusia produktif.
Masalah Gizi di Negara Berkembang
Data menyebutkan, sebagian besar problem kesehatan yang mendasar di negara berkembang seperti Indonesia, mayoritas berhubungan dengan kekurangan energi baik karbohidrat maupun protein, kekurangan zat besi atau anemia, kekurangan zat iodium yang bisa menyebabkan penyakit beri-beri, kekurangan vitamin A yang berdampak pada kesehatan mata, dan masalah obesitas atau kegemukan khususnya di daerah perkotaan.
Seperti yang telah dibahas sebelumnya, suatu penyakit bisa timbul karena tidak seimbangnya berbagai faktor-faktor yang ada di sekeliling individu. Tiga hal utama yang berada di sekeliling individu yang sangat menentukan derajat kesehatan adalah sumber penyakit, kondisi fisik individu, dan lingkungan sekitar individu. Tiga hal tersebut sering didefinisikan sebagai penyebab majemuk atau multiple causation of diseases. Bila ketiga hal tersebut dapat dijaga agar tetap sesuai untuk perkembangan kesehatan masyarakat, maka dengan sendirinya derajat kesehatan masyarakat akan terjaga dalam kondisi yang baik. Sebaliknya bila ada salah satu saja yang terganggu atau tidak terjaga dengan optimal, akan berpengaruh pada derajat kesehatan masyarakat.
Sumber-sumber penyakit dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa faktor penyebab penyakit adalah: gizi, faktor kimia dari luar dan dalam tubuh, faktor fisiologis, faktor genetik, faktor psikis, kemampuan tenaga dan kekuatan fisik, serta adanya organisme biologi yang bersifat parasit. Dengan selalu memperhatikan status gizi yang baik bagi masyarakat, diharapkan dapat terjaga dari serangan berbagai macam penyakit. Kalaupun terserang penyakit tidak menyebabkan jauh sakit, karena kekebalan tubuhnya cukup tinggi. Kekebalan tubuh seseorang akan tinggi apabila dalam mengkonsumsi makanan senantiasa memperhatikan nilai kecukupan gizi.
Sumber-sumber penyakit tersebut akan menginfeksi individu yang menyebabkan kondisi kesehatannya menurun. Demikian juga dengan lingkungan yang tidak sehat, akan menjadikan status gizi seseorang terancam dengan keberadaan virus maupun organisme lain yang membawa bibit penyakit. Lingkungan yang tidak sehat akan menjadi tempat yang subur untuk tumbuh dan berkembangnya berbagai macam penyakit. Pada saat kondisi fisik masyarakat sedang tidak baik, yang salah satunya bisa disebabkan oleh kekurangan asupan gizi, maka akan tersebarlah berbagai macam penyakit, bahkan tidak menutup kemungkinan akan berubah menjadi wabah.
Dari paparan tersebut bisa semakin menjelaskan bahwa status gizi seseorang tidak hanya terkait dengan bagaimana ia memperoleh asupan makanan bergizi, tapi juga terkait dengan berbagai persoalan yang saling berhubungan. Apabila keliru dalam menentukan status gizi apalagi dengan mengabaikan faktor-faktor lain, maka akan menyebabkan tingkat derajat kesehatan masyarakat menurun, sumber penyakit akan menyerang dan pada akhirnya kondisi kesehatan masyarakat akan semakin menurun. Demikian pula ketika menentukan treatmen untuk mengatasi status gizi masyarakat hanya memperhatikan asupan bahan pokok dan mengabaikan masalah lainnya, pada akhirnya tidak akan bisa mencapai derajat kesehatan yang baik.

