logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Ilmu Pendidikan

Memahami Pengertian Masyarakat Madani


 

Ilustrasi pengertian masyarakat madani

 

Pengertian masyarakat madani menurut beberapa cendekiawan adalah suatu masyarakat yang memiliki keimanan yang kuat, kaya akan tsaqofah Islam  dan maju dalam ilmu pengetahuan terutama sains dan teknologi. Gambaran masyarakat ini didambakan oleh banyak orang, bahkan oleh masyarakat dunia. Mereka adalah gambaran masyarakat yang diidealkan oleh Islam dan pernah menjadi bagian dari sejarah Rasulullah saw ketika beliau memimpin negara Islam pertama di Madinah.

Di bawah kepemimpinan Rasulullah saw, masyarakat Madinah menjadi suatu komunitas politik dan sosial yang solid, sehingga konflik antar suku (seperti suku Aus dan suku Khazraj) dan etnis yang sebelumnya sering terjadi  berubah menjadi suatu masyarakat yang damai, kompak dan saling menolong satu sama lain dalam hal kebajikan.

Pengertian Masyarakat Madani Dalam Perpektif Barat

Pengertian masyarakat madani yang ditulis oleh pemikir barat ialah suatu masyarakat yang berbudaya, maju dan modern, setiap warganya menyadari dan mengetahui hak-hak dan kewajibannya terhadap negara, bangsa dan agama serta terhadap sesama, dan menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia.

Masyarakat madani yang didambakan manusia modern adalah masyarakat yang pluralistik, memiliki sikap toleran terhadap perbedaan yang ada, serta dapat memberikan iklim kebebasan yang kondusif, untuk mengemukakan pendapat dan mengekspresikan sikap dan pemikirannya serta menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.

Inilah pengertian masyarakat madani yang sering digembor-gemborkan oleh para pemikir barat dan nasionalis. Mereka menginginkan agar masyarakat Indonesia memiliki kesamaan pemikiran dengan masyarakat barat dalam berbagai aspek, misalnya mengenai pemerintahan demokrasi, paham kebebasan, paham pluralisme, kapitalisme, sekulerisme dan lainnya. Apakah benar masyarakat seperti ini yang dicontohkan oleh Nabi saw ?

Istilah Pengertian Masyarakat Madani Pada 1990-an

Pengertian masyarakat madani sudah diperbincangkan sejak tahun 1990-an di kalangan kaum intelektual. Istilah masyarakat madani merupakan terjemahan dari istilah civil society, seperti “masyarakat sipil”, “masyarakat kewargaan” dan “masyarakat warga”.

Namun terjemahan sipil oleh sebagian kalangan dianggap kurang tepat, karena istilah ini sering diasosiasikan dengan kata lawan militer. Sementara terjemahan “masyarakat kewargaan” pernah digunakan oleh Asosiasi Politik Indonesia (API) dalam seminar nasional di Kupang pada tahun 1995. Tapi, kedua istilah tersebut kurang populer dibanding istilah masyarakat madani.

Dalam pengertian masyarakat madani ditandai adanya identitas yang dimiliki bersama sehingga hak dan tanggung jawab warga negara diberikan secara proporsional dan seimbang. Ciri masyarakat madani lainnya adalah adanya perlindungan hak-hak warga negara dalam pengertian luas yang mencakup aspek politik, ekonomi, sosial budaya, hukum, dan lain sebagainya.

Adanya perlindungan hak-hak warga negara dari penguasa dan pemerintah pada akhirnya akan melahirkan kepercayaan dan keamanan di tengah-tengah masyarakat. Hal ini merupakan modal yang sangat penting bagi terwujudnya sebuah kehidupan yang harmonis dan damai.

Untuk mewujudkan sebuah masyarakat madani, diperlukan prasyarat kondisi antara lain sistem politik yang demokratis, faktor pendidikan yang memadai bagi seluruh warganya, sehingga mereka tahu mana hak dan kewajibannya, penegakan supremasi hukum, ekonomi yang kuat, kondisi keamanan yang stabil dan nyaman, dan faktor-faktor lainnya.

Meluruskan Pengertian Masyarakat Madani

Sebetulnya pengertian masyarakat madani dalam sejarah keilmuan Islam tidak pernah ditulis oleh ulama-ulama salaf. Istilah masyarakat madani muncul pada masa ulama modern saat ini dimana mereka sering  berintraksi dengan filsafat yunani, India, pemikiran sosialisme dan kapitalisme.

Sudah kita ketahui bahwa masyarakat madani itu mencontoh dan mengadopsi pada konsep civil society yang lahir pada Abad Renaisance di Eropa. Konsep civil society ini muncul akibat dari pertikaian antara para pemikir dengan pihak gerejawan di benua biru itu, sehingga lahir masyarakat yang diatur oleh sistem pemerintahan demokrasi dan berakidah sekulerisme.

Sudah jelas bahwa ide masyarakat madani ini bukan berasal dari Islam melaikan dari barat. Sehingga sepatutnya kita dalam membentuk masyarakat Islam harus mencontoh suri tauladan Nabi Muhammad Saw. Banyak gambaran dalam Al Qur’an dan As Sunnah mengenai kriterian masyarakat Islam, di antaranya yaitu :

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (TQS. Al Anfaal [8] : 72)

Dan Sabdanya Nabi Saw :

Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal kasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam. (HR. Muslim).

Tidak beriman seorang diantara kalian sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. (HR. Bukhari).

Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh ia menzalimi dan membiarkannya (dalam bahaya), siapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari beberapa dalil di atas menunjukkan bagaimana seharusnya masyarakat Islam yang diperjuangkan oleh umat Islamyang sangat bertentangan dengan pengertian masyarakat madani dari barat. Masyarakat Islam adalah masyarakat yang memiliki kesatuan dan persatuan. Masyarakat Islam tidak dipisahkan oleh batas-batas wilayah layak satu tubuh, namun sekarang fakta menunjukkan Islam terpecah menjadi negeri-negeri yang banyak sehingga urusan negeri yang satu bukan urusan negeri yang lainnya. Ketika Irak dibombardir oleh Amerika dan sekutunya, umat Islam yang berada di negeri lain justru sibuk dengan urusannya sendiri, misalnya pekerjaan.Untuk itu upaya untuk mempersatukan umat Islam adalah kebutuhan dan kewajiban terbesar saat ini.

Menggunakan Pengertian Masyarakat Madani Sebagai Alat Kampanye

Perbincangan mengenai pengertian masyarakat madani menjadi hangat ketika akan terjadi atau berlangsungnya pemilu di tanah air. Tidak dipungkiri bahwa banyak partai Islam yang mengggunakan istilah masyarakat madani sebagai pemanis pada saat kampanye. Banyak spanduk dan poster yang dibuat yang berisikan bahwa partai Islam dan calonya akan membentuk masyarakat madani di tanah air.

Islam memang memerintahkan seseorang untuk bergabung partai politik dalam rangkan melakukan aktifitas dakwah secara berjamaah. Hal itu sangat jelas terlihat dalam berbagai ayat Al Qur’an dan hadist Rasulullah saw, beberapa di antaranya yaitu :

Dan sabda Nabi Saw :

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (TQS. Ali Imran :104)

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (TQS. Ali Imran :110)

 “Barang siapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran, hendaklah ia mencegahnya dengan tangannya. Dan jika ia tidak mampu, maka dengan lisannya. Dan jika masih tidak mampu juga, maka dengan hatinya, yang demikian itu adalah selemah-lemah iman.” (HR.Muslim)

Itulah 3 dalil dari sekian banyak dalil yang mewajibkan seseorang untuk melakukan aktifitas dakwah dan bergabung dengan jamaah dakwah atau partai politik. Partai politik Islam yang bertujuan menerapkan kembali syariah Islamsecara kaffah seharusnya memahami betul ayat di atas. Bila kita lihat berbagai pendapat ulama terkenal mengenai pembahasan ayat diatas bahwa umat Islam adalah umat terbaik dari semua umat yang ada di dunia yang melakukan aktifitas dakwah dengan terikat dengan semua metode, cara dan sarana yang dibenarkan oleh syara’.

Oleh karena itu seharusnya partai politik Islam memperjuangkan masyarakat Islam yang dibentuk oleh Nabi saw bukan malah memperjuangkan masyarakat dalam pengertian masyarakat madani yang penuh pemikiran, perasaan dan peraturan yang bertentangan dengan Islam, misalnya demokrasi, hak asasi manusia, pluralisme, dan lainnya.

Masyarakat Islam adalah masyarakat yang menjalankan seluruh syariah Islam secara kaffah dalam kehidupannya. Mereka akan diatur oleh undang-undang/peraturan yang bersumber dari Al Qur’an dan As Sunnah, pemikiran mereka adalah pemikiran Islam wajib mengimani rukun Iman dan dipenuhi tsaqofah Islam. Kemudian perasaan yang terjalin dalam masyarakat Islam adalah ikatan akidah Islam, bukan ikatan lemah lainnya misalnya kebangsaan, nasionalisme, kedaerahan dan lainnya.

Itulah bahasan tentang pengertian masyarakat madani yang akan menjadi tren bahasan menjelang pemilu. Selamat mengkaji !

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Jenis dan Pengertian Ekosistem
  • MSI - Satu Istilah dengan Banyak Makna
  • Halaman Awal Kehidupan
  • Potensi Sungai Bawah Tanah
  • Serunya Cake Perceraian
  • Contoh Procedure Text
  • Cara Praktis Menemukan Kode Pos Indonesia
  • BPPK dan Sejarah Pembentukannya
  • Pentingnya Mempelajari Ilmu Pengetahuan Alam
  • Dasar-Dasar Pengetahuan: Lezatnya Ilmu Pengetahuan
  • Pengertian Gugus Kendali Mutu
  • Memahami Inti dari Makalah Kehidupan Sosial
  • Apa itu prestasi kerja? Memahami Prestasi Kerja dalam Prinsip Hirarki Peter-Hull
  • Mengelola Limbah Rumah Tangga dengan Baik dan Benar
  • Komodo, Spesies Kadal Terbesar di Dunia
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA