Mengenal Nama-Nama Komet
Ilustrasi nama komet
Komet atau benda bergerak di langit jumlahnya banyak sekali. Masing-masing komet memang telah diberi nama, sekalipun masyarakat awam tak akan mengenal seluruh nama-nama komet tersebut. Salah satu nama komet yang mungkin sering Anda dengar adalah komet Halley. Masing-masing komet tidak saja diberi nama yang berbeda namun sebenarnya bila diamati dengan seksama, memiliki ciri-ciri yang berbeda pula satu sama lainnya.
Komet adalah salah satu benda langit yang sering diartikan sebagai bintang jatuh. Namun sebenarnya komet bukanlah bintang, ia adalah benda langit yang mengitari matahari dan memiliki orbitnya sendiri seperti planet. Dengan demikian komet seperti juga planet akan terus berputar mengitari matahari pada orbitnya.
Hal unik dari benda langit ini adalah ketika komet mendekati matahari, ia akan membentuk suatu atmosfer di sekelilingnya. Ketika komet melaju dengan sangat cepat, atmosfer ini bahkan bisa membentuk sebuah ekor sehingga komet terlihat sangat indah. Pada saat membentuk ekor inilah seringkali terlihat dari bumi sebagai sebuah bintang berekor, sehingga ada pula yang mengatakan komet sebagai bintang berekor.
Pengamatan lebih detail tentang komet tentu saja dengan menggunakan teropong bintang, sehingga bisa mengamati lebih detail tentang bentuk dan ciri-ciri khususnya. Seperti telah disinggung sebelumnya selain memiliki nama yang berbeda, masing-masing komet ini juga memiliki ciri dan karakter yang berbeda.
Komet Non-Periodik
Dari sekian banyak nama komet, ada beberapa jenis komet yang hanya ditemukan sekali, diperkirakan karena mereka memiliki orbit yang sangat panjang dan lama untuk melewati satu putaran. Komet inilah yang disebut komet non-periodik. Dari sekian banyak komet non periodic ini, ada beberapa nama komet non-periodik yang perlu anda ketahui. Beberapa diantaranya antara lain :
- Komet Arend-Roland
Komet ini pertama kali ditemukan pada 8 November 1956 oleh dua orang ilmuwan yaitu Sylvain Arend dan Georges Roland. Untuk mengindetifikasi komet yang ditemukan kedua ilmuwan ini kemudian diberi nama komet Arend-Roland sesuai dengan nama penemunya yakni Sylvain Arend dan Georges Roland. Sampai sejauh ini tidak diketahui adanya penelitian lanjutan tentang komet ini. Hanya karena jarang terlihat, para ilmuwan meyakini kalau komet Arend-Roland ini memiliki orbit yang sangat panjang, sehingga untuk kembali pada satu posisi saat ditemukan, diperlukan waktu yang sangat lama.
- Komet Brooks
Komet ini pertama kali dilihat pada bulan Juli 1911. Penemunya adalah astronom bernama William Robert Brooks, yang nama belakangnya kemudian menjadi nama komet ini yakni Komet Brooks. Sebagai komet non-periodik, tentu saja komet ini pun memiliki orbit yang sangat panjang. Tak diketahui bagaimana keberadaan komet Brooks sekarang ini.
- Komet Ikeya-Seki
Nama komet ini juga berasal dari nama penemunya, yaitu Kaoru Ikeya dan Tsutomu Seki. Ditemukan pada tanggal 8 September 1965 di negara Jepang. Komet ini memiliki ekor yang cukup panjang dan bisa sangat terang bila sudah mendekati matahari. Namun untuk bisa kembali mendekati matahari sehingga bisa memperlihatkan ekornya yang panjang, diperlukan waktu yang sangat lama. Tidak didapat informasi apakah komet ini belakangan pernah kembali menunjukkan wujudnya setelah ditemukan pertama kali di Jepang oleh Ikeya dan Seki tersebut.
- Komet Lulin
Komet ini diketahui melintasi bumi pada 11 Juli 2007, penemunya adalah astronom dari Lulin Observatory yang berada di Nantou, Taiwan. Penemu itu bernama Lin Chi-Sheng dan Ye Quanzhi. Agak berbeda dengan penamaan komet-komet sebelum, komet ini diberi nama sesuai dengan lembaga tempat dimana kedua astronom bekerja dan melakukan penyelidikan yakni Lulin Observatory. Komet ini kemudian diberi nama Komet Lulin dan tidak diberi nama Komet Sheng Quanzhi misalnya. Tak diketahui apa yang menjadi alasan penamaan komet tersebut dengan nama lembaga, tidak seperti biasanya menggunakan nama penemunya.
- Komet Kohoutek
Ditemukan oleh astronom bernama Lubos Kohoutek di Ceko pada tanggal 7 Maret 1973. Menurut para astronom, komet ini memiliki orbit yang sangat panjang dan hanya melintasi bumi setiap ratusan ribu tahun sekali. Dengan demikian setelah pertama kali ditemukan yakni tahun 1973, setidaknya komet ini akan bisa dikenali lagi pada sekurang-kurangnya pada tahun 2073. Tidak mengherankan bila komet non-periodik seperti Komet Kohoutek ini hanya bisa dilihat sekali seumur hidup.
Komet Periodik
Berbeda dengan komet non-periodik, komet yang satu ini bisa dilihat beberapa kali melintasi bumi. Komet periodik rata-rata memiliki jarak orbit yang lebih pendek, sehingga untuk kembali pada satu titik yang sama bisa ditempuh dalam waktu lebih cepat. Tidak mengherankan bila komet yang dikategorikan sebagai komet periodik ini bisa dilihat beberapa tahun sekali.
Seperti halnya komet non-periodik, komet periodik juga banyak jumlahnya. Namun dari sekian banyak itu, ada beberapa nama komet periodik yang perlu diketahui. Beberapa diantaranya antara lain :
- Komet Halley
Nama komet yang satu ini mungkin adalah nama yang paling populer di antara semua nama komet, karena komet ini adalah satu-satunya komet berperiodik pendek yang bisa dilihat dengan mata telanjang dari bumi.
Komet ini melintasi bumi sekitar 76 tahun sekali, memiliki ekor panjang yang sangat indah dan pernah melintasi bumi di tahun 1986. Bila Anda tidak berkesempatan menyaksikan lintasan Komet Halley pada tahun 1986, komet ini akan bisa disaksikan langsung dengan mata telanjang dari bumi pada tahun 2062. Kalau terlalu tua untuk sampai ke tahun 2062, bisa menyaksikan rekaman video pemunculan Komet Halley. Kalaupun tidak, cukup berharap saja anak cucu atau cicit Anda yang akan menyaksikan munculnya kembali Komet Halley ini.
- Komet Hartley
Ditemukan oleh Malcolm Hartley pada tahun 1986 dan diperkirakan akan melintasi bumi setiap sekitar 6 tahun sekali. Komet ini terakhir melintasi bumi sekitar bulan Oktober-November pada tahun 2010. Artinya pada tahun 2016 akan bisa disaksikan kembali kemunculannya. Komet Hartley termasuk komet periodik yang jarak tempuhnya cukup singkat yaitu 6 tahun sekali, sehingga bisa sering disaksikan kemunculannya dari bumi.
- Komet Kopff
Nama komet ini berasal dari nama penemunyam yaitu August Kopff, ditemukan pada 23 Agustus 1906. Komet ini diperkirakan melintasi bumi setiap sekitar 6 tahun sekali. Terakhir dilihat pada 25 Mei 2009 dan diperkirakan muncul lagi pada tahun 2015.
- Komet Encke
Nama komet yang satu ini adalah salah satu komet dengan orbit yang paling pendek. Komet ini akan melintasi bumi setiap tiga tahun sekali dan harus dilihat dari teropong bintang atau teleskop. Komet ini pertama kali ditemukan pada tahun 1786 oleh Pierre Mechain. Dengan demikian sejak pertama ditemukan sampai dengan sekarang, setidaknya telah disaksikan tak kurang dari 75 pemunculan. Namun karena harus menggunakan teropong atau teleskop untuk mengamati komet Encke ini, tak semua orang bisa menyaksikannya.

