Cara-Cara Menyambung Tanaman
Ilustrasi menyambung tanaman
Penanaman tanaman bisa dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya menyemaikan biji, mencangkok, dan menyambung tanaman (okulasi). Pada cara menyambung tanaman, bibit dibuat dengan cara menempelkan perisai tunas pada mata tunas batang lain dari jenis pohon yang sama. Misalnya, jeruk diokulasi dengan jeruk lagi dan rambuatan diokulasi dengan rambutan.
Hasil okulasi memiliki dua bagian pokok, yaitu sebagai berikut.
- Pohon pangkal adalah batang yang berasal dari pohon yang kuat dan tahan. Jika kekurangan dan kelebihan air, rasa buahnya tetap enak.
- Batang atas berasal dari pohon yang diharapkan buahnya akan lebih lebat, tahan penyakit, dan lezat.
Cara Melakukan Okulasi
Buah-buahan yang banyak ditanam dengan bibit okulasi adalah rambutan, jeruk, durian, alpukat, dan jambu. Berikut ini merupakan langkah-langkah melakukan okulasi.
1. Menyiapkan Persemaian Pohon Pangkal
Misalnya, pada jenis rambutan sinyonya. Pilih yang daging buahnya sudah lepas. Lalu, lakukan fermentasi dengan menyimpannya dalam tabung kayu selama 2 hingga 3 hari. Supaya daging buahnya dapat dibuang, bijinya dicuci, dijemur sebentar, dan simpan di luar agar terkena angin.
Cara melakukan persemaian adalah sebagai berikut.
- Pada tahap persemaian, tanah dicangkul. Kemudian, bersihkan dan ratakan, buat bedengan dengan ukuran 200x120cm, campuri dengan pupuk kandang sebanyak 1-2 kaleng pupuk untuk 1 meter persegi.
- Semailah dengan jarak tanam 5cm atau 10cm dan jarak baris 40cm atau ditanam 40cm.
- Tiap pohon diberi pupuk ZA 20 gram, DA 20 gram, dan ZK 20 gram.
2. Mengokulasi Tanaman
Okulasi dapat dilakukan saat umur tanaman 8-12 bulan. Cara mengokulasi, yaitu menyayat kulit batangnya, kemudian dikelupas ke bawah.
3. Mengambil Perisai Tunas
Perisai tunas adalah cabang pohon rambutan yang buahnya lebat, lezat, dan rasanya segar. Lakukan penyayatan dengan hati-hati menggunakan pisau okulasi. Bagian kayunya dilepaskan dari perisai, hati-hati jangan sampai sobek.
4. Perisai (Tanpa Kayu)
Ditempelkan pada batang bawah yang telah disayat kulitnya. Kemudian, diikat dengan tali plastik, mata tunasnya jangan sampai tertutup (terikat). Setelah masuk waktu 2-3 minggu, buka dan periksa kaitannya. Jika hasilnya perisai masih berwarna hijau, okulasi berjalan lancar. Jika okulasinya kering, okulasi perlu dilakukan lagi.
5. Menyambung Tanaman Okulasi
Tanaman yang berhasil diokulasi dilengkungkan agar tunas dapat tumbuh. Setelah mata tunas tumbuh subur, tali ikatan bisa dilepas, batang bagian atas dipotong.
6. Pemeliharaan Okulasi
Bagian luka batang bawah ditutup dengan lilin, tunas yang kecil dibuang, dan rumput di sekeliling dibersihkan atau dicabut.
7. Dipindahkan ke Keranjang Bibit
Satu bulan sebelum dipindahkan, bibit diputar dengan linggis, kemudian siram sampai basah. Satu hari sebelum dipindahkan, bibit siap ditanam.

