Kenali Jenis-Jenis Penyakit Jantung - ANNEAHIRA.COM
Ilustrasi jenis-jenis penyakit jantung
Tanpa jantung, tak akan ada kehidupan. Jantunglah yang membuat denyut hidup setiap makhluk hidup tetap bergulir. Sayangnya, masih banyak di antara kita yang tidak sayang pada jantung sendiri. Pola hidup yang seenaknya telah membuat jantung bersedih. Kesedihan jantung itu berwujud ke dalam jenis-jenis penyakit jantung yang semakin hari ragamnya semakin banyak. Jenis-jenis penyakit jantung ini harus diketahui agar dapat menghindarinya.
Jantung Manusia
Di dalam tubuh manusia, jantung merupakan salah satu organ tubuh yang sangat penting. Jantung adalah sebuah rongga organ yang berotot untuk memompa darah melalui pembuluh darah dengan cara kontraksi berirama secara berulang-ulang.
Jantung berfungsi untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Jantung mempunyai ukuran sebesar kepalan tangan. Jantung terdiri atas lapisan endothelium yang merupakan satu otot tunggal. Letak jantuk di balik tulang dada dan strukturnya berbelok ke bawah dan sedikit ke arah kiri.
Jantung tertutup oleh selaput ganda perikardium yang tertempel pada diafragma, meskipun sepenuhnya diselubungi oleh paru-paru. Lapisan pertama pada jantung menempel sangat erat pada jantung dan lapisan luarnya lebih longgar dan berair karena untuk menghindari gesekan antarorgan dalam tubuh akibat gerakan memompa konstan jantung.
Di dalam tempatnya, jantung dijaga oleh pembuluh darah yang berada di daerah jantung dengan merata di daerah dasar dan samping. Pada lapisan luar jantung ada dua garis pembelah yang menunjukkan dinding pemisah antara serambi dan bilik jantung.
Pada dinding serambi lebih tipis dibandingkan dengan dinding bilik karena dinding bilik harus melawan gaya gravitasi bumi untuk memompa dari bawah ke atas dan juga memerlukan gaya yang lebih besar untuk menyuplai peredaran darah, khususnya pembuluh aorta yang berfungsi untuk memompa darah ke pembuluh darah di seluruh tubuh.
Dua garis pembelah antara serambi dan bilik disambungkan oleh sebuah katup. Katup tersebut di belahan bagian kanan adalah katup trikuspidalis atau katup berdaun tiga. Di belahan bagian kiri, yaitu katup mitralis atau katup bikuspidalis atau katup berdaun dua.
Nyeri di bagian dada termasuk salah satu gejala penyakit jantung. Namun, beberapa orang justru hanya menganggapnya sebagai rasa sakit biasa. Kelelahan juga termasuk salah satu ciri-cirinya, namun hal ini juga sering dianggap remeh karena sudah dianggap biasa.
Rata-rata orang bekerja pasti sering mengalami kelelahan, sakit kepala, nyeri, dan gejala lain. Namun, banyak yang mengabaikan kesehatan mereka sehingga terlambat untuk melakukan pencegahan. Gejala awal seseorang mengalami sakit jantung adalah sebagai berikut.
- Jantung berdebar-debar atau terasa sakit seperti diremas-remas.
- Mengeluarkan banyak keringat.
- Mendadak pusing.
- Badan terasa lemas.
- Mual dan muntah.
- Napas pendek.
- Sesak napas.
Jantung yang terasa sakit seperti diremas-remas merupakan akibat dari kurangnya oksigen pada bagian otot jantung. Setelah itu, nyeri akan menjalar ke bagian kepala, leher, dan tangan atau lengan.
Nyeri yang dirasakan dapat berbeda-beda pada setiap penderita. Sesak napas juga dapat dirasakan oleh penderita sakit paru-paru. Hal ini dapat terjadi apabila otot kekurangan oksigen.
Aktivitas aliran darah yang kurang lancar sehingga otot jantung tidak dapat memompa secara maksimal menyebabkan badan terasa lemas. Oleh karena itu, apabila seseorang yang mengalami gejala sakit jantung merasa kelelahan setelah beraktivitas, ada kemungkinan ia benar-benar mengalami sakit jantung.
Mendadak pusing yang kemudian disusul pingsan juga dapat terjadi pada seseorang yang mengalami gejala sakit jantung. Aliran darah yang kurang lancar menyebabkan hal itu dapat terjadi.
Selain gejala tersebut, penyakit jantung juga bisa tidak terduga. Ciri-cirinya hampir sama seperti gejala masuk angin. Namun, untuk memastikannya, apabila Anda merasa tidak kuat beraktivitas seperti olah raga, kemungkinan Anda menderita sakit jantung. Apabila itu terjadi, Anda harus segera konsultasi dengan dokter.
Ciri-ciri sakit jantung seperti sesak napas, berkeringat banyak, atau bahkan pingsan hampir sama dengan gejala sakit ringan. Apabila Anda mengalaminya, jangan langsung panik dan memiliki persepsi sendiri sebelum memastikannya ke dokter.
Ciri-ciri yang paling utama tentunya ada pada bagian jantung. Namun, hal ini juga perlu Anda pastikan ke dokter. Pencegahan perlu dilakukan secepat mungkin pada penderita sakit jantung karena akibatnya berujung pada kematian.
Jenis-Jenis Penyakit Jantung
1. Jantung Koroner
Penyakit jantung satu ini sudah cukup terkenal. Penyakit ini terjadi karena adanya timbunan lemak atau karang yang disebut atheroma, yang terjadi di dinding arteri pemasok darah penuh oksigen ke jantung. Sumbatan itu membuat arteri menyempit hingga aliran darah beroksigen yang diperlukan oleh jantung menjadi terhambat. Kejadian inilah yang membuat jantung sakit. Ketika jantung sakit, penderitanya akan merasakan nyeri dada (angina).
Nyeri dada ini dapat terjadi ketika ada kejutan, hentakan emosi yang begitu dahsyat, tekanan emosi atau masalah psikologis lainnya. Tapi, ada juga penderita yang tidak merasakan apa-apa. Tiba-tiba langsung mendapatkan serangan jantung. Tersumbatnya aliran darah ini dapat berdampak sangat fatal, walaupun belum mampu merusak jantung secara permanen.
2. Aritmia
Irama jantung yang tidak normal. Normalnya detak jantung adalah 60-100 kali per menit. Penderita aritmia mempunyai detak jantung di bawah 60 kali per menit karena terhentinya detak jantung dalam waktu beberapa detik. Ketika detak jantung berhenti, penderitanya biasanya bisa merasakan seperti ada sesuatu yang menyumbat di leher. Tapi, kadang gangguan ini tidak terlalu terasa. Hanya saja kelelahan mudah sekali menghampiri para penderita aritmia ini.
3. Gagal Jantung
Keadaan jantung seperti inilah yang sangat mematikan. Detak jantung tidak normal. Penderitanya bisa saja tidak sadarkan diri. Bila tidak cepat ditolong, maka nyawa penderitalah taruhannya.
4. Palpitasi
Semua orang bisa mengalami palpitasi, keadaan debar jantung yang cepat. Hal ini biasanya terjadi saat berolahraga, menderita demam tinggi atau adanya keadaan emosional yang membuat debar jantung tidak beraturan (gugup atau sangat marah).
Palpitasi ini tidak dikaitkan dengan penyakit yang sangat mematikan. Tapi, sebagian orang yang sangat memperhatikan kesehatan jantungnya, akan sangat merasakan keadaan ini karena mereka sangat sensitif. Keadaan jantung berdebar ini juga bisa akibat dari mengetahui bahwa orang tua atau anggota keluarga lainnya ada yang mengidap penyakit jantung.
5. Valvular Heart Disease
Penyakit ini diakibatkan oleh kerusakan katup jantung, sehingga menyebabkan aliran darah ke jantung menjadi terhambat. Jantung berdebar, badan lemas adalah ciri-ciri dari gejala penyakit ini.
Apa pun nama penyakit jantungnya, tetap saja harus mendapatkan perhatian lebih. Menghindari penyebab penyakitnya jauh lebih baik dari pada mengobati. Bila Anda seorang perokok dan sering berada di antara para perokok, mulai sekarang berhentilah dan jauhilah lingkungan yang penuh asap rokok.
Kalau Anda hobi makan makanan berlemak, kurangilah. Jika tidak suka olahraga, mulailah jatuh cinta dengan olahraga. Lakukan semua itu demi kesehatan jantung Anda.
Saat ini banyak sekali beredar jenis makanan instan atau cepat saji. Jenis makanan yang satu ini paling banyak diminati karena cara memasak yang praktis dan mudah didapat di mana-mana. Makanan seperti ini banyak sekali dikonsumsi oleh orang-orang sibuk yang mengaku tak punya banyak waktu luang untuk memasak atau makan.
Makanan instan dan cepat saji seperti itu sebenarnya bukan termasuk jenis makanan sehat yang aman untuk dikonsumsi karena tidak meningkatkan kesehatan, sebaliknya makanan ini bisa menyebabkan tingginya resiko terkena penyakit.
Padahal dengan pola hidup yang seperti itu, menjadi salah satu faktor penyebab hidup tidak sehat. Pola hidup yang tidak teratur dan jarang berolah raga menjadikan seseorang mudah terserang penyakit.
Apabila manusia malas untuk bergerak, malas untuk makan, dan malas untuk berinteraksi, maka pola hidupnya akan kacau dan tidak sehat. Karena kurang gerak dan jarang olah raga, maka tubuh akan terasa epat lelah dan capek. Di tambah dengan memakan makanan yang cepat saji, sehingga tubuh kurang menerima asupan gizinya. Selain itu, malas berinteraksi dengan orang lain membuat hati dan pikiran tidak nyaman dan stress.
Apabila semuanya terjadi, maka tubuh kita lama-lama akan sakit. Tubuh dan pikirannya mengalami gangguan kesehatan. Hal tersebut bukan hal yang baik untuk menciptakan pola hidup yang sehat.
Kegiatan yang padat harus tetap didukung oleh pola hidup yang sehat juga, agar pola hidupnya seimbang. Dengan kegiatan yang padat, hidup sehat melalui makanan dapat terlaksana, yaitu dengan memilih jenis makanan sehat untuk sang anak atau diri sendiri.
Kesadaran akan hidup sehat memang harus dimulai dari diri sendiri dan harus berkelanjutan, sehingga pola hidup sehat menjadi kebiasaan. Meskipun kegiatan padat, karena sudah terbiasa dengan pola hidup yang sehat, maka hidupnya akan sehat dan teratur.
Demikian informasi mengenai jenis-jenis penyakit jantung. Semoga informasi tersebut bermanfaat bagi Anda dan menambah wawasan Anda untuk memulai pola hidup yang sehat.

