logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Budaya    Pewarisan Budaya

Mengenal Sejarah dan Dongeng Bahasa Jawa


Ilustrasi dongeng bahasa jawa

Anda mungkin pernah mendengar kalimat bijak, warga negara yang baik adalah warga negara yang menghargai sejarah dan para pahlawannya. Kalimat ini tentu saja ada benarnya. Dan, salah satu cara termudah menjadi warga negara yang baik adalah dengan membaca lagi titik balik perjuangan bangsa dan peninggalan budayanya. Tidak terkecuali yang bernama dongeng Bahasa Jawa.

Definisi Dongeng Bahasa Jawa

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang multikultur, sehingga tiap provinsinya memiliki warisan budaya dongeng yang berbeda. Dongeng sendiri adalah satu cerita yang diadaptasi dari kejadian fiktif ataupun kenyataan, yang mengandung nilai-nilai moral dan pesan-pesan yang baik.

Kegiatan mendongeng sebelum tidur sudah menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Indonesia sejak dahulu. Kebudayaan dan kepercayaan masyarakat setempat mempengaruhi dongeng-dongeng yang diceritakan secara turun temurun itu, seperti cerita rakyat.

Terbukti dari kisah-kisah rakyat yang banyak terdapat di seluruh daerah di Indonesia yang berkisah tentang terbentuknya suatu daerah seperti Banyuwangi, Tangkuban Perahu, dan lain sebagainya. 

Selain cerita rakyat yang khas dengan kebudayaan yang beragam, muncul pula dongeng hewan atau yang biasa disebut fabel yang menceritakan kehidupan hewan di mana hewan-hewan tersebut dapat berbicara dalam bahasa manusia.

Cerita rakyat nusantara ini banyak sekali yang beredar. Hampir di setiap daerah mempunyai cerita rakyat. Cerita rakyat merupakan salah satu folklor Indonesia yang mempunyai nilai kebudayaan yang sangat tinggi.

Di dalam cerita rakyat tersebut banyak tersirat pesan-pesan moral yang dapat diambil oleh para pendengarnya. Untuk itu, sebagai orang tua alangkah baiknya menceritakan kepada sang buah hatinya cerita rakyat nusantara.

Semua cerita rakyat tersebut merupakan salah satu jenis folklor di Indonesia. Di indonesia, kebudayaan folklor sudah ada sejak zaman dahulu kala. Istilah folklor berasal dari bahasa Inggris, yaitu folk, yang berarti sekelompok yang mempunyai tanda pengenal berupa fisik, sosial, dan kebudayaan untuk membedakannya dengan kelompok lain, dan lore, yang berarti tradisi dari tanda pengenal tersebut.

Jadi, folklor adalah bagian dari kebudayaan yang disebarkan dan diwariskan kepada generasi mudanya dengan cara tradisional, baik dalam bentuk lisan atau dalam bentuk isyarat dengan menggunakan alat bantu isyarat.

Dahulu, dongeng atau cerita rakyat juga terkadang diceritakan di tempat umum atau gedung. Misalnya, di Ambon dikenal dengan nama baileu, di Tapanuli dengan sopo godang dan di Jawa dengan nama pondopo.

Tentunya, isi dongeng yang disampaikan mengenai tokoh-tokoh pahlawan atau kisah-kisah anak durhaka, orang-orang miskin yang mendadak kaya dan sebagainya. Intinya, cerita rakyat adalah cerita yang miliki muatan pelajaran dan sebagai penghibur hati bagi pendengarnya.

Dongeng bisa jadi murni imajinatif dengan gambaran raksasa atau sosok lainnya, dengan tanpa meninggalkan pesan moral. Rata-rata, dongeng berbahasa Jawa sudah mengadaptasi semua nilai-nilai ini.

Sekarang, dongeng berbahasa Jawa juga sudah diadaptasi menjadi cerita yang lebih modern dan mudah diterima masyarakat zaman sekarang, tanpa meninggalkan cerita inti atau pesan moralnya.

Anda perlu menyadari bahwa Bahasa Jawa memang unik. Pada setiap kata yang dimiliki ternyata memberikan pengertian yang berbeda, atau sebaliknya ada pengertian yang sama, tetapi diberikan kata yang berbeda. Tentunya, jika Anda tidak memahami dapat menjadikan kesalahpahaman dalam berkomunikasi.

Secara bertahap, Anda dapat saja mempergunakan kata-kata bahasa Jawa untuk beberapa slogan yang terkait dengan masyarakat. Hal ini sangat menguntungkan bagi perkembangan bahasa Jawa di lingkungan masyarakat yang heterogen.

Bukan berarti Anda menghilangkan peranan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, tetapi setidaknya dapat mengingatkan kembali masyarakat eksistensi bahasa Jawa di lingkungannya.

Apalagi, sekarang ini, etnis suku Jawa sudah tersebar hampir di seluruh bagian wilayah negeri ini. Ini bukan ingin menjawakan Indonesia, tetapi setidaknya hal tersebut merupakan sebuah pertanggungjawaban moral atas eksistensi suku yang ada.

Orang Jawa sudah ada di mana-mana dan mereka tidak boleh kehilangan jati dirinya serta harus dapat menjadi teladan bagi saudara-saudaranya, sehingga mampu berkiprah lebih baik untuk masyarakatnya. Untuk itu, dongeng bahasa Jawa dapat menjadi sebuah cara yang digunakan untuk melestarikan dan memperkenalkan bahasa dan kebudayaan Jawa.

Sampai sekarang, dongeng seperti Bawang Merah Bawang Putih, Legenda Timun Mas, ataupun cerita-cerita pewayangan, sudah dikenal masyarakat secara luas karena ditampilkan dalam bentuk baru lewat media televisi.

Popularitas Dongeng Anglingdarma dan Sangkuriang

Dua contoh cerita dongeng yang hampir sama dengan cerita aslinya, namun popular di masa sekarang adalah Anglingdarma dan Sangkuriang. Anglingdarma bahkan pernah dijadikan serial sampai puluhan episode di salah satu stasiun TV swasta Indonesia beberapa tahun lalu. Sementara Legenda Sangkuriang juga sering sekali diceritakan kembali atau diparodikan di beberapa tayangan komedi.

Anglingdarma dalam dongeng bahasa Jawa adalah sosok yang digambarkan sebagai titisan Batara Wisnu. Dia punya keahlian bisa berbicara dengan segala jenis hewan. Di cerita aslinya, Anglingdarma adalah keturunan langsung dari Arjuna, salah satu tokoh pewayangan Pandawa Lima. Ini bisa dimungkinkan karena kisah pewayangan Mahabarata sendiri sebenarnya terjadi di pulau Jawa.

Anglingdarma adalah pemimpin dan pendiri kerajaan Malawapati. Dia sempat diasingkan rakyatnya karena mengingkari sumpah sehidup semati yang sudah dibuatnya dengan Setyawati, istrinya sendiri.

Sementara Sangkuriang adalah dongeng yang berasal dari Sunda. Legenda ini tidak pernah ada manuskripnya karena terkenal pada zaman dahulu lewat cerita dari mulut ke mulut. Kisahnya sendiri berawal dari Dayang Sumbi yang mengusir sendiri putranya yang bernama Sangkuriang karena kesalahan yang dibuat putranya.

Ketika dewasa, Sangkuriang yang sudah lupa dengan sosok Dayang Sumbi, tidak sengaja bertemu ibunya dan jatuh cinta padanya. Sangkuriang pun melamar Dayang Sumbi, tapi Dayang Sumbi meminta syarat dibuatkan satu perahu yang sangat besar selama satu malam saja. Karena tidak berhasil, Sangkuriang pun sangat kesal dan menendang perahu itu sampai terbalik. Cerita inilah yang mendasari dongeng asal muasal gunung Tangkuban Perahu di Jawa Barat.

Sebagai orang tua, harus dapat membiasakan anaknya untuk mencintai kebudayaan sendiri dan melatihnya agar melestarikan kebudayaan tersebut. Dengan begitu, kebudayaan nusantara akan terus ada sampai di masa yang akan datang.

Menceritakan kembali cerita-cerita rakyat yang ada di Indonesia ini, maka akan membantu melestarikan kebudayaan folklor Indonesia. Apabila cerita rakyat tersebut tidak ada yang melestarikan, yaitu tidak disampaikan kepada orang lain, maka lama-lama folklor tersebut akan hilang ditelan zaman dan anak cucu kita tidak akan mengenal folklor, khususnya cerita rakyat.

Apabila Anda tidak mampu untuk membeli buku dongen atau cerita anak karena harga buku anak yang relatif mahal, maka Anda tidak usah bingung apa yang harus diceritakan kepada anak.

Dengan bekal pengetahuan Anda mengenai cerita rakyat nusantara, Anda dapat menyampaikannya kembali kepada anak-anak Anda sesuai dengan bahasa Anda, tanpa harus membeli sebuah buku.

Apabila Anda kurang mengetahui tentang cerita rakyat, Anda dapat mencarinya di internet untuk kategori cerita rakyat nusantara. Mudah bukan untuk mengenalkan pada anak apa itu kebudayaan Indonesia melalui cerita rakyat.

Untuk menceritakan cerita rakyat nusantara agar menarik bagi anak, Anda harus piawai dan memahami triknya. Berikut ini ada beberapa langkah yang harus Anda lakukan.

  • Ceritakan dongeng dengan menggunakan bahasa yang cukup mudah dicerna anak-anak atau bahasa yang sudah popular di telinga mereka.
  • Bedakan gaya bicara antar setiap tokoh. Fungsinya, agar anak-anak mudah untuk menangkap pesan dengan mengingat gaya bicara tokoh yang diceritakan.
  • Gunakan alat bantu bercerita, seperti boneka, wayang, buku, dan sebagainya. Fungsinya, agar si anak bisa dengan mudah menangkap pesan.
  • Libatkan juga mereka di saat menceritakan cerita rakyat dengan cara bertanya atau dengan dialog ringan. Tujuannya, agar diketahui apakah mereka menikmati atau tidak. Selain itu, ini cara termudah untuk terekam dalam memori mereka mengenai pelajaran-pelajaran yang layak dipetik.

Buku-buku dongeng yang beredar di Indonesia sudah banyak yang beredar. Akan tetapi, dongeng yang beredar tersebut di dominasi oleh buku dongeng dari luar. Buku dongeng dari Indonesia sendiri malah sedikit.

Sekarang ini, buku-buku dongeng dari luar lebih menarik perhatian anak-anak ketimbang buku dongeng dari dalam negeri. Hal tersebut karena penyajian buku dongeng dari luar lebih menarik dan bagus.

Buku dongeng biasanya disertai oleh gambar ilustrasi agar lebih menarik perhatian sang anak. Pada buku dongeng yang dari luar, penyajian gambar yang bagus dan menarik dapat mengalahkan kualitas gambar buku dongeng dalam negeri. Itulah salah satu penyebab mengapa buku dongeng dari luar lebih populer pada saat ini.

Padahal, dongeng yang berasal dari Indonesia bermanfaat bagi pengetahuan sang anak. Anak dapat lebih mengenal kebudayaannya sendiri dan mengembangkan folklor Indonesia.

Cerita rakyat, terutama dongeng bahasa Jawa, memang harus diceritakan kepada anak-anak, agar mereka bisa meniru peran tokoh-tokoh yang baik di dalam cerita tersebut dan mengenal kebudayaan daerah. Selain itu, mereka pun bisa diajak untuk menjauhi perilaku tokoh-tokoh yang tidak baik di dalam cerita tersebut. Semoga bermanfaat.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Sejarah Kerajaan Mataram Kuno
  • Sejarah Kerajaan Pajajaran
  • Menyibak Asal Rebana
  • Menelusuri Kebudayaan Suku Maya
  • Klenik Kenapa Ada?
  • Bambu Petuk, Jenis Bambu yang Dipercaya Membawa Keberuntungan
  • Sejarah dan Pemaknaan Gambar Bintang Daud
  • Piramid-piramid Terkenal di Dunia
  • Proses Terjadinya Transformasi Budaya
  • Belajar Membuat Makanan Khas Sumatera Selatan
  • Patung Yunani, Simbol Manusia Meraih Kebijaksanaan
  • Bahasa Melayu Cikal Bakal Bahasa Indonesia
  • Primbon: Buku Gaib Khas Kebudayaan Indonesia
  • Mengenal Pakaian Tradisional Banten
  • Kerajaan di Indonesia
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA