logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Hobi    Menulis    Nonfiksi

Contoh Latar Belakang Penulisan Makalah Radiologi


 
Ilustrasi contoh latar belakang penulisan makalah
Tidak terlalu sulit untuk menemukan contoh latar belakang penulisan makalah. Maraknya penggunaan internet ini, membuat semuanya serba mudah termasuk mencari latar belakang sebuah makalah. Untuk membuat makalah lebih berbobot, akan lebih bagus kalau menempatkan beberapa tinjauan kepustakaan yang berhubungan dengan topik yang dipilih. Agar tidak mengubah topik, sebaiknya memikirkan topik itu secara mendalam. Salah satu pendalamannya memang dengan cara banyak membaca dan memperkuat teori yang berhubungan dengan topik itu.

Teknik Lebih Mudah Mendapatkan Latar Belakang Makalah

Latar belakang terdapat di BAB 1 Karya Tulis Ilmiah atau makalah. Latar belakang itu adalah penjelasan tentang mengapa dan apa saja alasan kita untuk mengambil judul makalah tersebut. Salah satu teknik yang cukup mudah adalah dengan mengikuti 5 W 1 H (Why, What, Where, Who, When, dan How). Dalam penulisan apapun teknik tersebut bisa juga dipakai. Misalnya topik tentang ‘Gugat Cerai’. Latar belakang yang dibuat bisa tentang  mengapa banyak wanita menggugat cerai suaminya? Apa pekerjaan wanita tersebut? Berapa penghasilannya?

Sebelum membuat latar belakang sebuah makalah, bisa juga mengadakan observasi atau pengamatan. Data kasar juga bisa dicari dengan cara bertanya atau wawancara dengan beberapa orang. Data itu juga bisa ditanyakan ke Pengadilan Agama setempat atau tempat di mana penelitian akan dibuat. Berusahalah untuk menjadi kritis dan ingin tahu tentang segala hal. Bila latar belakang cukup menjurus pada topik, biasanya pembahasan akan lebih mendetail pula.

Ketika pembahasan telah mendetail, maka pengambilan keputusan bisa dilakukan dengan lebih baik. Jangan lupa mendukung semua data dengan referensi yang akurat yang didapatkan dari buku atau makalah yang dipublikasikan pada tahun-tahun belakangan ini dan jangan yang terlalu tua. Referensi yang terlalu lama, dimungkinkan tidak memberikan data yang sesuai dengan apa yang sedang terjadi saat ini. Kalau data tidak sesuai dengan apa yang sedang dibahas, maka kesimpulannya bisa menjadi terlalu melebar.

Untuk mendapatkan inspirasi bagaimana membuat latar belakang yang bagus, sebaiknya banyak diskusi dan banyak membaca makalah yang ditulis oleh orang-orang yang berkompeten dibidangnya. Belajar dari yang terbaik biasanya akan mendapatkan yang terbaik. Jangan tanggung dalam belajar segala sesuatu agar tidak mendapatkan yang biasa-biasa saja. Lakukan yang terbaik untuk menghasilkan yang terbaik.

Contoh berikutnya misalnya tentang ‘Pengaruh Video Game Terhadap Anak-Anak Sekolah Dasar.’ Sebelum membuat latar belakang makalah, pergilah ke warnet yang menyediakan permainan game online. Ikutlah bermain di situ dan amatilah tingkah laku anak-anak yang senang bermain di sana. Hitunglah berapa jam biasanya mereka bermain game.

Bisa juga bertanya secara santai dengan penjaga warnet anak yang mana saja yang sering bermain dan berapa lama ia main game. Dari informasi itulah latar belakang bisa dibuat. Paling tidak ada data empiris yang bisa diungkapkan dan bukan hanya bayangan atau gambaran yang tidak berdasar.

Contoh Lain

Membuat latar belakang penulisan sebuah makalah tentang radiologi tidak sulit. Sebagai tambahan informasi  terdapat banyak contoh latar belakang penulisan makalah bidang lain di internet atau di buku-buku di perpustakaan. Yang perlu diberi keterangan adalah istilah yang dipakai dalam makalah tersebut. Istilah ini sangat penting diterangkan agar tidak menimbulkan kerancuan.

Berikut adalah beberapa contoh latar belakang penulisan sebuah makalah radiologi:

* Contoh Latar Belakang Pertama

Pemeriksaan untuk MRI otak secara umum dilaksanakan dengan menggunakan teknik sekuens T1-Weigted Image dan T2-Weighted Image (Bontrager,2001;Westbrook,1999). Untuk sekuens T2-Weighted  Image menggunakan Fast Spin Echo (FSE) untuk mempersingkat waktu (Westbrook,1999). Namun demikian tidak seperti semua kelainan atau lesi dapat dideteksi dengan T2-Weighted Image.

Untuk mengatasi hal tersebut maka dalam pemeriksaan MRI otak dikembangkan suatu teknik dari Inversion Recovery yang disebut dengan (FLAIR) Fluid attenuated inversion recovery. Gambaran diagnostik FLAIR adalah gambaran diagnostik yang berasal dari pembobotan T2 dengan penekanan pada sinyal Cerebro Spinal Fluid (CSF).

Kelemahan dan keunggulan dari T2WI FSE dan FLAIR. Telah banyak diketemukan melalui beberapa panelitian yang mengkaji lebih dalam mengenai kedua teknik tersebut. T2WI FSE dapat menampakkan karakteristik jaringan beserta tumor yang ada diantaranya dan memiliki waktu akusisi yang relatif pendek. T2WI FSE lebih sensitif dalam mendeteksi adanya kelainan pada daerah otak.

Akan tetapi sekuens T2WI kurang mampu untuk menampakkan kontras antara gray matter dan white matter. Sementara FLAIR waktu scanning yang lama. Sekuens FLAIR memiliki keunggulan dalam memperlihatkan adanya periventricular demyelinating plaques, memperlihatkan gambaran diagnostik pembobotan T2 tanpa adanya artefak, mampu mengidentifikasi kelainan seperti subarachnoid hemorrhage (SAH), Meningoencephalitis and leptomeningeal metatases  (Herskovits, dkk, 2001 ; Galassi, dkk ; 2005, GE Healthcare, 2006 ).

Dalam  pelaksanaan di lapangan sekuens T2WI FSE dan FLAIR sering digunakan untuk melakukan scanning pada pemeriksaan MRI Otak di RSU.Dr.Saiful Anwar Malang sedangkan di lain RSU maupun RS Swasta pada umumnya T2WI massa lesi yang minimal baru digunakan sequens FLAIR. 

Berdasarkan uraian keunggulan dan kelemahan sekuens T2WI dan sekuens FLAIR. Beserta pengalaman penulis di lapangan bahwa hanya terdapat fasilitas FLAIR pada pesawat MRI Magnum 1.0 Tesla yang digunakan di rumah sakit tempat penulis bekerja, maka penulis memiliki ketertarikan untuk mengkaji lebih dalam mengenai perbedaan kedua sekuen tersebut khususnya pada informasi diagnostik yang dihasilkan.

Hasil kajian tersebut akan penulis tuangkan ke dalam Karya Tulis Ilmiah dengan judul "PERBANDINGAN INFORMASI DIAGNOSTIK  ANTARA PEMBOBOTAN T2-WEIGHTED IMAGE FAST SPIN ECHO DAN PEMBOBOTAN FLUID ATTENUATED INVERSION RECOVERY  PADA PEMERIKSAAN MRI OTAK".

* Contoh Latar belakang Kedua

Paru-paru merupakan alat pernafasan yang utama, paru-paru mengisi rongga dada, jantung beserta pembuluh darah besar dari struktur lainnya yang terletak di mediastinum.  Paru-paru dibagi menjadi beberapa belahan atau lobus oleh fisura. Paru-paru kanan mempunyai tiga lobus dan paru-paru kiri mempunyai dua lobus. Kapiler paru-paru bersatu menjadi pembuluh darah lebih besar dan akhirnya dua vena pulmonalis meninggalkan paru-paru membawa darah berisi oksigen ke atrium kiri jantung untuk didistribusikan keseluruh tubuh melalui aorta.

Tumor paru adalah terjadinya pembengkakan, sebagai akibat radang, cedera, edema, neoplasma (tumbuh ganda, pertumbuhan jaringan baru yang abnormal) dan sejenisnya. Tumor jinak paru jarang dijumpai hanya 2% dari seluruh tumor dan biasanya ditemukan secara kebetulan pada pemeriksaan rutin, karena tumor jinak jarang memberikan keluhan dan tumbuhnya sangat lambat (Rassad, 1992) sebenarnya tumor ganas paru-paru sekunder lebih sering ditemukan daripada tumor primer.

Tumor ganas paru-paru primer yang sering ditemukan adalah karsinoma bronkus (90%). Maka setiap keganasan primer pada paru-paru sebaiknya dianggap sebagai karsinoma bronkus sampai ada pembuktian lain (Himawan, 1992).

Teknik pemeriksaan akurat dapat membuktikan jenis dan tingkat keganasan tumor paru dilakukan dengan biopsi, yang akan mengambil semple dari jaringan tumor. Pengambilan semple membutuhkan suatu alat ataupun suatu teknik pemeriksaan pendukung biopsi, pada kasus tumor paru adalah pemeriksaan CT Scan. CT Scan sudah biasa digunakan untuk menuntun mengidentifikasi jenis dan tingkat keganasan paru-paru (CT-Guided Biopsy).

Teknik yang digunakan untuk CT Scan Thorak pada teknik Trans Thorakal Biopsi (TTB), dengan melakukan Serial scaning pada daerah ditandai dengan marker yang digunakan slice thickness 5mm (Brouker, 1986). Sedangkan pada pemeriksaan TTB di Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga dengan teknik penghitungan skala tanpa menggunakan marker.

Deskripsi Mental

Sebelum membuat sebuah makalah, satu hal yang bisa dilakukan adalah membayangkan apa yang akan ditulis. Bayangkan apa saja yang akan dikatakan dan data apa saja yang akan dituangkan. Setelah membayangkan, lalu buatlah outline secara garis besar. Sebelum memulai menulis, diskusikanlah apa yang akan dibahas dalam makalah itu dengan orang yang dianggap lebih bisa dan lebih berkompeten dibidang tersebut.

Dengan berdiskusi, biasanya ide dan inspirasi akan hadir. Jangan lupa mencatat atau bila perlu merekam apa yang akan dibahas dalam makalah. Dengan berdiskusi juga biasanya akan mempermudah apa yang akan dikatakan dalam presentasi mengenai makalah tersebut. Diskusi ini akan membuat mental tidak terlalu tertekan. Teman yang baik terkadang akan meminjami buku atau bahan yang berguna dalam pembuatan makalah tersebut.



Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Menulis Karya Ilmiah, Yuk!
  • Menafsir Pengertian Menulis Permulaan
  • Penulisan Cerpen - Tentang Ide Penulisan dan Rajin Menulis
  • Nama Penulis, Pentingkah?
  • Karya Ilmiah Tentang Fenomena Pergaulan Bebas
  • Tips Mengikuti Lomba Menulis Esai
  • Menumbuhkan Kemampuan Menulis Puisi Anak
  • Artikel Islami - Cara Asyik Menambah Iman
  • Metode Pembelajaran Menulis dengan Flash Card
  • Memahami Langkah Langkah Menulis Karya Ilmiah
  • Tips Menulis Artikel Populer
  • Asyiknya Menulis Artikel Dibayar
  • Setiap Orang Memiliki Kemampuan Menulis
  • Rahasia Menulis Surat Pribadi
  • Prinsip Penulisan Berita yang Objektif
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA