Bentuk-bentuk Komunikasi Verbal dan Nonverbal
Ilustrasi bentuk bentuk komunikasi
Secara umum, bentuk-bentuk komunikasi dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu verbal dan nonverbal. Walaupun keduanya memiliki definisi yang berbeda, dalam praktiknya justru saling mengisi dan melengkapi.
Dalam ilmu komunikasi, bentuk-bentuk komunikasi menjadi sebuah hal yang pastinya dipelajari. Karena hal tersebut menjadi bagian yang cukup penting dalam bagaimana caranya berkomunikasi dengan baik.
Apa yang terlintas ketika Anda mendengar kata komunikasi? Jawabannya pasti adalah dua orang atau lebih yang saling berbicara satu sama lain. Bentuk-bentuk komunikasi tentu bukan hal yang terlintas secara tiba-tiba. Pengetahuan mengenai hal itu, akan didapat ketika Anda mempelajari ilmu komunikasi secara mendalam.
Di luar bentuk-bentuk komunikasi itu sendiri, komunikasi adalah sebuah ilmu yang sangat luas cakupannya. Dengan menonton televisi, membaca koran pun sebenarnya Anda tengah berkomunikasi. Tepatnya berkomunikasi dengan dunia luar. Meskipun tidak ada pembicaraan dua arah, tetap ada pesan yang tersampaikan ketika itu terjadi. Dan itu adalah pengertian komunikasi yang sesungguhnya.
Bentuk-bentuk Komunikasi - Komunikasi Verbal
Bentuk-bentuk komunikasi pertama dan menjadi bentuk komunikasi paling lumrah atau paling umum diketahui oleh masyarakat awam adalah komunikasi verbal. Secara sederhana, komunikasi verbal berarti komunikasi yang disampaikan secara lisan dan tulisan atau gambar. Berbicara dengan seseorang merupakan contoh komunikasi verbal yang paling mudah dimengerti.
Selain itu, bentuk-bentuk komunikasi secara verbal lainnya ternyata tidak harus selalu menuntut adanya komunikasi dua arah. Mengirim surat, pesan singkat, menonton televisi, atau mendengarkan radio dapat juga dikategorikan sebagai komunikasi verbal. Seperti yang telah disebutkan di atas.
Bentuk-bentuk Komunikasi - Tipe Komunikasi Verbal
Bentuk-bentuk komunikasi verbal itu sendiri ternyata dibedakan menjadi beberapa tipe. Tipe komunikasi verbal terbagi menjadi dua, yaitu aktif dan pasif. Komunikasi aktif berlaku pada seseorang yang bertindak sebagai komunikator atau pemberi pesan, dalam hal ini adalah pembicara atau penulis. Sementara komunikasi pasif adalah bagi mereka yang bertindak sebagai pendengar dan pembaca.
Ketika berkomunikasi, kedua tipe tersebut saling mengisi. Yang satu berbicara dan yang satu mendengarkan. Dan itu adalah ciri komunikasi yang baik. Tidak ketika semuanya merasa harus menjadi pembicara aktif, karena pesan atau ide yang niat awalnya akan disampaikan, justru tidak akan tersampaikan sama sekali.
Berikut ini adalah beberapa poin yang bisa membantu Anda untuk lebih mengetahui tipe dari bentuk-bentuk komunikasi verbal.
- Berbicara dikategorikan sebagai komunikasi aktif untuk menyampaikan pesan kepada orang yang dituju secara lisan. Komunikasi ini biasanya dilakukan dengan tatap muka, telepon, ataupun video conference. Apabila dalam kondisi tertentu tidak dapat berkomunikasi secara lisan, menulis dapat menjadi solusi dalam berkomunikasi secara aktif. Pesan yang penting, resmi, atau membutuhkan perhatian khusus biasanya dilakukan secara tertulis.
- Mendengar dan membaca termasuk dalam kategori komunikasi pasif. Apabila seseorang berbicara, kita dalam posisi pasif menjadi pendengar. Apabila seseorang menulis, kita dalam posisi pasif sebagai pembaca. Walaupun terlihat sederhana, mendengar dan membaca memerlukan keahlian khusus, terutama dalam menafsirkan pesan dan menangkap makna yang disampaikan oleh komunikator.
Dari dua pengertian tersebut, jelas bahwa tipe dari bentuk-bentuk komunikasi verbal, baik aktif maupun pasif memiliki peran yang sama penting. Namun, terkadang hal ini juga sering menimbulkan rasa "dikuasai" antara satu dan yang lain. Terlebih jika salah satu merasa menjadi pembicara pasif dalam waktu yang lebih lama.
Bentuk-bentuk Komunikasi - Komunikasi Nonverbal
Bentuk-bentuk komunikasi selanjutnya, adalah komunikasi nonverbal. Dari namanya saja, jelas bahwa bentuk komunikasi ini merupakan lawan kata dari komunikasi verbal. Secara jelas, bahwa berarti komunikasi nonverbal ini tidak memerlukan percakapan berbentuk verbal atau dengan kata-kata.
Intonasi suara, isyarat, gerak tubuh, sikap, dan sebagainya yang memungkinkan seseorang untuk berkomunikasi tanpa menggunakan kata-kata, disebut sebagai komunikasi nonverbal. Bentuk-bentuk komunikasi nonverbal ini biasanya akan membantu mereka yang tidak bisa berbicara secara verbal. Pernah mendengar bahasa isyarat? Nah, itulah contoh paling mudah dipahami dari komunikasi nonverbal.
Komunikasi nonverbal memang relatif lebih sulit untuk dipelajari karena tidak memiliki struktur yang jelas dan terkadang multitafsir. Ketika Anda menggeleng-gelengkan kepala sebagai tanda "tidak" di hadapan orang India, mereka justru menafsirkan menggeleng-gelengkan kepala sebagai tanda "iya". Bentuk-bentuk komunikasi nonverbal memang rentan dengan penafsiran ganda.
Selain itu, bentuk-bentuk komunikasi nonverbal juga sering muncul secara tiba-tiba atau spontan dan kadang tidak dapat diperkirakan. Ketika seorang perempuan digoda, tiba-tiba dalam hitungan detik ia langsung diam cemberut dan jutek. Sikap seperti itu jika diverbalkan maka akan berbunyi, "jangan ganggu saya!".
Hal itu adalah salah satu contoh bentuk komunikasi nonverbal. Meskipun demikian, dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi nonverbal banyak digunakan. Bentuk-bentuk komunikasi nonverbal ini biasanya akan dengan tanpa sadar telah dilakukan. Menggeleng, mengangguk, dan melambaikan tangan adalah contoh dari komunikasi nonverbal.
Bentuk-bentuk Komunikasi Nonvebral - Tipe Komunikasi Nonverbal
Bentuk-bentuk komunikasi nonverbal juga dibedakan atas beberapa tipe. Tipe komunikasi nonverbal dapat dikelompokkan menjadi enam kategori, di antaranya sebagai berikut.
- Ekspresi wajah dan mata. Terkadang, kejujuran, kemarahan, kebahagiaan, kebohongan, penyesalan, kesedihan, dan lain-lain yang merupakan ekspresi emosi seseorang dapat kita lihat dari ekspresi wajah dan matanya. Melihat ke dalam mata seseorang juga bisa membuat kita mengerti apa yang tengah ia rasakan, bukan?
- Gerakan tubuh atau posisi tubuh. Membalikkan badan ketika berbicara dapat dimaknai marah atau tidak setuju dengan pendapat seseorang. Melambaikan tangan dapat bermakna salam perpisahan atau sapaan. Gerakan tubuh lainnya yang memiliki makna tertentu adalah membungkuk, berjalan cepat, berjalan santai, gerakan-gerakan gelisah, gugup, salah tingkah, pasif, kaku. Bahkan, kejahatan pun dapat dideteksi melalui gerak-gerik tubuh.
- Karakteristik suara. Intonasi yang datar atau ada sedikit tekanan akan memiliki makna yang berbeda. Karakteristik suara dapat berupa nada suara, intonasi suara, irama suara, juga volume suara. Adanya perubahan dari karakteristik suara akan menimbulkan perubahan pada arti kalimat yang diucapkan. Komunikasi nonverbal sendiri ternyata juga bisa berhubungan dengan komunikasi nonverbal.
- Penampilan. Identitas seseorang biasanya terbaca dari penampilan sehingga penampilan terkadang akan memberikan kesan adanya perbedaan kelas sosial, kebiasaan, sikap, dan lain-lain. Orang yang penampilannya urakan tentu akan dipandang berbeda dengan orang yang berpenampilan bersih dan rapi. Dengan demikian, penampilan dapat berarti mengkomunikasikan makna, tujuan, atau maksud tertentu.
- Sentuhan. Tangan Anda dapat bermakna persahabatan ketika berjabatan tangan, tetapi dapat bermakna permusuhan ketika digunakan untuk menampar atau memukul seseorang. Hal yang sepele ini ternyata bisa menjadi bagian dari bentuk-bentuk komunikasi nonverbal. Anda tentu bisa membedakan, mana sentuhan penuh kasih sayang, sentuhan tidak bermakna, dan sentuhan yang menandakan kemaraha.
- Penggunaan jarak dan waktu. Komunikasi melalui pesan singkat (SMS), telepon, video conference, atau bertatap muka secara langsung, memiliki makna yang berbeda. Anda berkomunikasi jarak jauh, dekat, sampai berbisik, akan memiliki makna yang berbeda. Begitupun masalah waktu komunikasi itu disampaikan. Berbeda maknanya antara jam 10 pagi dan 10 malam. Ketika Anda menerima telepon jam 10 malam, barangkali ada kabar penting yang harus mendapat perhatian khusus.
Pada prakteknya, bentuk-bentuk komunikasi verbal dan nonverbal bisa berjalan beriringan. Saling melengkapi dan menambah kesan. Pernah berbicara sembari menggelengkan kepala, atau menganggukkan kepala? Seperti itulah kira-kira.

