logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Medis    Alternatif

Terapi Jus Apel untuk Mengatasi Penyakit Batu Empedu


Ilustrasi batu empedu

Jika setelah makan berlemak, Anda mengalami gejala sakit pada perut sebelah kanan diikuti kolik hebat, berkeringat, terasa mual dan muntah, panas dingin, sendawa yang tidak lazim. Hati-hati, Anda bisa terserang penyakit batu empedu.

Penyakit batu empedu hampir sama dengan penyakit maag. Makanya tidak mengherankan jika penyakit ini tidak mampu terdeteksi sejak dini karena adanya dianogsa penyakit yang kurang tepat.

Diagnosa penyakit yang kurang tepat pada penyakit ini bukanlah tanpa alasan. Pada kenyataanya, gejala yang dialami penyakit maag dengan penyakit ini adalah sama. Selain itu letak dari kantong empedu dan lambung juga hampir sama dan berdekatan yakni di sekitar ulu hati.

Oleh karena itulah maka tidak mengherankan jika terjadi salah diagnosa pada penyakit ini oleh dokter. Kondisi ini juga diperparah dengan tidak kembalinya pasien ke tempat berobat karena merasa gejala nyeri pada penyakit ini tidak kunjung sembuh. Akibatnya pasien merasa bahwa berobat ke tempat berobat awal adalah tidak cocok karen penyakitnya tidak kunjung sembuh.

Padahal penyakit ini baru bisa dibedakan dengan penyakit maag jika sudah menjalani pemeriksaan berkali-kali. Pemeriksaan dilakukan oleh dokter guna membedakan gejala maag dengan penyakit ini yakni dengan memeriksa intensitas nyeri yang dirasakan pasien serta penjalaran rasa sakitnya.

Jika pasien hanya datang sekali dan tidak kembali lagi, bagaimana dokter bisa menganalisa dengan benar? Tentunya kita tidak bisa serta merta menyalahkan dokter jika pada suatu hari ternyata diagnosa awal yang dilakukan adalah salah. Yang perlu diperbaiki dari pasien adalah adanya pola pikir untuk mau kembali ke tempat yang sama jika gejala sakit masih dirasakan. Dengan demikian diagnosa bisa dilakukan lebih akurat.

Gejala sakit penyakit maag berbeda dengan penyakit ini. Walaupun nyeri yang dirasakan hampir sama tetapi kondisi nyeri yang dialami masing-masing penyakit ini jauh berbeda. Ada perbedaan pada intensitas dan kedatangan nyeri pada masing-masing penyakit ini.

Jika anda merasakan sakit atau nyeri yang ada diperut secara pelan-pelan dan berkahir dengan nyeri yang luar biasa berarti kemungkinan sakit yang diderita adalah penyakit maag. Namun jika tiba-tiba anda merasakan sakit pada bagian ulu hati yang luar biasa dan tiba-tiba juga menghilang maka ada baiknya anda patut waspada. Bisa jadi gejala yang dialami adalah gejala penyakit batu empedu.

Penyebab Penyakit Batu Empedu

Penyakit batu empedu berbeda dengan penyakit lainnya. Secara pasti belum diketahui penyebab dari penyakit ini. Namun untuk kemungkinan yang menyebabkan terjadinya penyakit ini sudah bisa diketahui.

Biasanya penyakit ini bisa disebabkan oleh beberapa hal. Beberapa hal tersebut adalah (1) banyaknya kandungan kolesterol yang ada pada kantung empedu, (2) kurangnya kandungan garam yang ada pada kantung empedu, (3) kurang sempurnanya kontraksi yang dilakukan oleh kandung empedu, (4) adanya infeksi, (5) adanya gangguan darah yakni anemia sel sabit.

Pada penyakit ini jika batu yang terbentuk kecil bukan berarti penyakitnya lebih ringan dibandingkan yang besar. Justru dengan ukuran batu yang kecil yang lebih berbahaya. Hal ini dikarenakan dengan ukurannya yang kecil maka dimungkinkan batu tersebut bergerak ke organ vital yang lain. Dikhawatirkan batu tersembut menyumbat organ lain.

Pergerakkan batu kecil ke organ lain misalnya adalah pada hati. Jika batu tersebut menyumbat pada hati maka kemungkinan akan tidak terpoduksinya berbagai enzim bisa terjadi. Akhirnya bisa menyebabkan terjadinya penyakit kuning. Oleh karena itu untuk batu yang berukuran kecil lebih berbahaya dibandingkan dengan yang besar.

Ukuran batu  pada penyakit ini sangat beragam. Ada yang ukuran batunya hanya sebesar pasir. Namun ada juga yang ukuran batunya sampai sebesar bola golf. Pembentukan batu tersebut biasanya terjadi pada saluran empedu dan saluran hati. Dengan adanya batu tersebut bisa menyebabkan terjadinya infeksi pada organ tersebut.

Batu yang ada pada saluran empedu ini terbentuk dari zat lemat atau kolesterol. Seperti yang telah diketahui bahwa salah satu penyebab dari penyakit ini adalah kolesterol, maka biasanya sebagai terapinya adalah dengan menjauhi makanan berlemak atau dengan kadar kolesterol tinggi.

Terbentuknya Batu pada Empedu

Kantong empedu terletak di sebelah kanan, agak ke bawah. Tertutupi oleh organ hati. Organ ini sebenarnya berfungsi sebagai tempat penampungan cairan empedu yang dihasilkan oleh hati. Cairan tersebut berfungsi menyerap lemak dan beberapa jenis vitamin seperti vitamin A, D, E dan K.

Cairan empedu tersebut mengandung sebagian besar kolesterol dan beberapa jenis garam kalsium. Namun karena sesuatu dan lain hal antara lain perubahan kimiawi, cairan ini dapat menjadi jenuh dan mengendap menghasilkan batu pada empedu yang dinamakan kolelitiasis.

Bahkan ada kalanya juga terjadi pembentukan batu empedu pada saluran empedu ke usus yang dinamakan koledokolitiasis.Sumbatan pada saluran empedu bahkan dapat menimbulkan infeksi yang hebat. Gejala yang ditumbulkannya bisa berupa demam tinggi pada penderita.

Umum Menyerang Wanita

Penyakit batu empedu umum menyerang wanita dewasa. Faktor kegemukan, keturunan dan diet tinggi lemak memperbesar resiko penyakit ini menyerang.

Gejala serangannya yang hampir menyerupai sakit maag dapat mengecoh penderita. Tanpa mengetahui, penderita umumnya mencoba mengatasinya dengan minum obat sakit maag.

Kepastian penyakit batu empedu biasanya diperoleh dengan bantuan usg. Dengan USG dapat diperoleh citra adanya penyumbatan pada kantong empedu dan salurannya.

Jika serangan datang hanya berupa serangan ringan dan tidak menerus, biasanya perubahan pola makan dapat memperbaiki kinerja kantong empedu. Perubahan pola makan di sini artinya mengurangi makanan berlemak dan berkolesterol tinggi yang memperberat kerja empedu.

Penyumbang Batu Empedu

Ada beberapa hal yang ikut aktif dalam menyumbang terjadinya batu empedu. Salah satunya adalah melalui pola makan kita sehari-hari. Berikut adalah beberapa makanan yang sebaiknya dihati-hati dalam mengkonsumsinya karena dikhawatirkan dapat menyebabkan terjadinya batu empedu.

Makanan atau minuman yang mengandung kalsium. Tubuh manusia biasanya hanya membutuhkan kalsium sebanyak seribu miligram setiap hari. Jika asupan kalsium yang diperoleh oleh tubuh berlebih maka bisa berakibat terbentuknya batu.

Mengurangi asupan oksalat yang masuk ke dalam tubuh. Kandungan makanan dan minuman yang ada oksalatnya adalah teh, cokelat, bayam, dan kacang-kacangan. Semua makanan tersebut adalah makanan yang menyehatkan bagi tubuh. Namun jika konsumsinya berlebih maka bisa menyebabkan terjadinya batu akibat terlalu banyak asupan oksalat yang masuk ke dalam tubuh.

Kurangi mengkonsumsi vitamin C dan vitamin B6. Banyak orang beraggapan dengan mengkonsumsi vitamin C berarti kekebalan tubuh bisa terjaga. Namun jika mengkonsumsi Vitamin yang berlebihan juga bisa menyebabkan terjadi penyakit ini.

Minum air putih sebanyak-banyaknya. Air putih memang sangat baik kesehatan tubuh. Biasakan minum air putih sebanyak 2 liter sehari atau setara denga delapan gelas setiap hari.

Kurangi makan-makanan jeroan, kacang-kacangan, dan makanan laut. Dalam makanan-makanan tersebut terdapat kandungan purin. Jika terlalu banyak mengkonsumsi purin juga bisa menyebabkan terjadinya batu yang menyebabkan penyakit ini.

Mengurangi penggunaan sodium pada makanan. Penggunaan sodium yang diajurkan untuk dikonsumsi adalah kurang dari dua ribu tiga ratus miligram. Beberapa makanan yang mengandung sodium adalah garam, sereal, bumbu penyedap, dan makanan beku.

Itu adalah beberapa hal dalam kegiatan makan kita sehari-hari yang berperan aktif dalam penyumbang penyakit batu ini. Mulai sekarang jika tidak ingin terkena penyakit ini maka hendaknya mengikuti saran yang telah ada tersebut agar kita terhindar dari penyakit ini.

Terapi Jus Apel

Jika cara ini tidak dapat mengatasi sakit, pasien dapat mencoba terapi apel untuk membantu pengeluaran batu empedu. Caranya buat segelas jus apel. Minum jus apel ini 4 kali sehari selama 5 hari berturut-turut. Pada hari ke 6 pasien berpuasa. Setelah itu pasien diberi minum air putih ditambah 30 gram garam inggris. Dua jam kemudian diberi ½ gelas air lemon ditambah ½ gelas minyak zaitun.

Jika cara ini tidak berhasil, kemungkinan harus dilakukan pengangkatan kantong empedu. Dahulu operasi ini tergolong operasi besar karena menghasilkan luka yang cukup besar pada permukaan kulit pasien. Saat ini dengan teknik laparoskopi, pengangkatan kantong empedu hanya dilakukan dengan membuat sayatan kecil di dinding perut.

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Alat Kontrasepsi, Mengapa Dibutuhkan?
  • Ramuan Obat Memperbesar Alat Vital Tradisional
  • Bahaya Onani yang Tidak Disadari
  • Manfaat Pijat Refleksi Telapak Tangan Terhadap Kesehatan
  • Pantangan Asam Urat
  • Kegunaan Minyak Lintah untuk Anda
  • Beberapa Khasiat Bunga Melati untuk Kesehatan
  • Cara Memakai Minyak Lintah
  • Jakarta Eye Center - Agar Mata Tetap Optimal - ANNEAHIRA.COM
  • Penyakit Encok Pinggang Bisa Diatasi
  • Mencegah Dengkuran dengan Kunyit Madu
  • Kelainan dan Penyakit pada Sistem Reproduksi Wanita
  • Mengenal Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Sindrom Nefrotik
  • Zat Adiktif Mengancam Kesehatan
  • Bawang Dayak, Obat Herbal Pengusir Kanker
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA