Nilai Estetis Anyaman Rotan
Ilustrasi anyaman rotan
Rotan merupakan bahan baku utama kerajinan, lebih tepatnya anyaman yang kemudian dikenal dengan nama anyaman rotan. Kerajian anyaman rotan seperti juga anyaman dari bahan lainnya, dibentuk dengan cara dianyam, disatukan dengan cara dililitkan sehingga setiap helai rotan membentuk sebuah anyaman yang memiliki banyak ragam bentuk dan fungsi. Setelah membentuk berbagai keperluan rumah tangga yang bernilai artistik, anyaman rota menjadi barang mahal. Selain antik, anyaman rota juga kuat dan tahan terhadap rayap.
Memang salah satu kekayaan tak ternilai dari bumi nusantara ini adalah berbagai jenis anyaman, tidak saja yang berbahan baku rotan, tapi juga bahan lainnya yang gampang didapat di wilayah nusantara ini. Tentu saja dengan semakin ketatnya persaingan, kreativitas dalam hal anyaman seperti juga anyaman rotan, terus bermunculan seiring perkembangan jaman. Selain itu berbagai upaya ditempuh agar anyaman rotan tetap diminati dan memenangkan persaingan menghadapi dominasi produk-produk berbahan plastik.
Semua menaruh harapan bahwa kekayaan anyaman nusantara ini jangan sampai kalah bersaing dengan produk lain, sehingga akhirnya seperti pepatah mati enggan hidup tak mau. Bagaimana pun juga anyaman rotan dan anyaman nusantara lainnya merupakan kekayaan intelektual yang sepantasnya mendapat tempat yang baik. Memang benar bahwa untuk diterima pasar, mau tidak mau harus mengikuti selera pasar. Padahal anyaman tradisional telah memiliki nilai keunikan yang menjadi pertimbangan seseorang membeli produk kerajinan tangan, maka nilai keunikan itulah yang dijual. Bila konsumen mencari harga murah misalnya, mau tidak mau produk kerajinan tangan tersebut harus lebih bersahabat dengan harga agar mampu bersaing dengan produk pabrik.
Fungsi Anyaman Rotan
Anyaman rotan dapat berfungsi sebagai hiasan semata atau dapat pula berfungsi sebagai benda pakai. Namun, fungsinya memang lebih banyak pada nilai guna alias benda pakai. Sebutlah tudung saji yang terbuat dari anyaman rotan, kursi goyang, kursi dan meja tamu, ayunan bayi, tempat lampu hias, dan banyak lagi anyaman rotan lain yang memiliki nilai fungsi. Bahkan, hulahop yang dipakai untuk olahraga pun terbuat dari rotan. Pemisah ruangan yang terbuat dari rotan tidak hanya memiliki fungsi guna, tetapi memiliki fungsi estetis.
Banyak manfaat dengan mempergunakan anyaman rota untuk keperluan rumah, selain bentuknya unik, daya tahannya juga baik. Bagi masyarakat yang menyenangi hal-hal yang berbau alami dan etnis, mengaplikasikan anyaman rotan di rumah untuk berbagai keperluan memang merupakan pilihan tepat. Bayangkan saja dari mulai kap lampu, partisi, kursi, meja, tempat koran, tudung saji sampai dengan vas bunga telah tersedia dari anyaman rotan ini.
Penjual Anyaman Rotan
Anyaman rotan banyak dijual di toko-toko pinggir jalan. Di Bandung, tepatnya di kawasan Setiabudi, bisa kita jumpai banyak toko yang menjual aneka anyaman rotan. Bahkan, tempat wig pun dibuat dan dijual di toko tersebut. Anyaman rotan memang tak lagi begitu diburu oleh masyarakat sebab sudah mulai tergeser oleh produk-produk yang dianggap lebih modern. Namun, produk industri rumahan ini tetap saja ada dan tetap bertahan hingga kini.
Seperti kita lihat di kawasan Setiabudi, Bandung, banyak benda-benda yang berasal dari rotan dijadikan berbagai benda rumah tangga. Misalnya, perangkat kursi meja tamu, kursi makan, kap lampu, pemisah ruangan, tempat buah-buahan, alas piring. Bahkan, permainan anak yang saat ini sudah jarang atau susah ditemui dijual di tempat ini, yakni kuda-kudaan dari anyaman rotan. Harganya bervariasi sesuai dengan jenis bendanya.
Lebih Awet
Barang-barang rumah tangga yang berasal dari anyaman rotan sesungguhnya akan lebih tahan lama dibanding barang-barang rumah tangga yang terbuat dari busa atau bahan sintetis lain, seperti sofa. Daya tahan anyaman rotan memang tak diragukan lagi sebab rotan memang dikenal sebagai tumbuh-tumbuhan yang memiliki daya tahan cukup lama.
Kursi-kursi atau meja yang terbuat dari rotan tentulah memiliki usia pakai yang relatif lebih lama dibandingkan kursi-kursi modern zaman ini yang hanya mementingkan segi tampilan, segi model dan desain saja. Benda-benda yang terbuat dari anyaman rotan bisa bertahan hingga 20 tahun. Bahkan, lebih. Bergantung pula pada cara pakai dan pemeliharaannya.
Perawatan
Dalam memelihara benda anyaman rotan, sebaiknya cukup dilap dengan kain kering yang bersih. Warna rotan akan semakin pekat jika mendapat penyinaran cahaya matahari secara langsung. Warna putih kekuking-kuningan atau gading akan menjadi kuning kecokelat-cokelatan dan akan menjadi lebih pekat jika rotan tersebut tersinari cahaya matahari, terlebih di sore hari. Warna pekat inilah yang membuat anyaman rotan semakin indah dan disukai oleh pemburu anyaman rotan.
Anyaman rotan sebagai salah satu kekayaan anyaman nusantara, didukung oleh bahan baku yang melimpah. Soal bahan baku baik yang berasal dari alam maupun dari limbah, di negara kita memang tidak akan kehabisan bahan. Semua bahan baku yang melimpah tersebut kemudian diberi sentuhan seni, sehingga akhirnya layak dijual, berfungsi baik dan bisa menjadi salah satu kebanggan sebagai souvenir. Bahkan produk kerajinan tangan yang terbuat dari rotan tersebut yang hanya diproduksi secara terbatas, sebenarnya akan mampu mengangkat harga jual yang tinggi bila produk kerajinan tangan tersebut benar-benar unik dan menarik.
Semestinya fungsi anyaman nusantara seperti juga anyaman rotan misalnya, tak sekadar kerajinan tangan semata, melainkan pula sebuah seni merajut yang hasilnya bisa digunakan untuk keperluan rumah tangga. Nah, karena merupakan barang seni tentu saja dalam ide, bentuk, pengerjaan dan finishingnya harus senantiasa mempertimbangkan unsur-unsur seni salah satunya adalah orsinilitas ide. Berbagai faktor inilah yang harus senantiasa menjadi patron bagi siapa saja yang terlibat dalam produksi seni kerajinan tangan, termasuk di dalamnya seni anyaman rotan.
Demikianlah tentang anyaman rotan yang merupakan salah satu kekayaan seni budaya nusantara, yang telah diwariskan secara turun-temurun dalam beberapa generasi. Senyi anyaman rotan pada awalnya memanfaatkan pohon rotan yang melimpah di beberapa daerah di nusantara ini, kemudian mengalami proses dan sentuhan seni, sehingga mampu menghasilan berbagai macam benda pakai yang artistik dan jarang. Kedua unsur inilah yakni artistik dan jarang ada, benar-benar harus menjadi keunggulan dan patron dari seni anyaman termasuk di dalamnya adalah seni anyaman rotan ini. Tanpa memperhatikan kedua unsur tadi, dikhawatirkan anyaman nusantara akan gagal dalam memenangkan persaingan.
Para pengrajin anyaman rotan yang telah tumbuh, berkembang dan terus bertahan secara turun-temurun ini semestinya telah diperkenalkan dengan aspek-aspek tentang bisnis, baik ketika mempersiapkan sebuah produk, mengolah, menjualnya dan mempromosikan. Pengetahuan tentang hal-hal penting dalam dunia bisnis seperti 4P yaitu produk, price, place dan promotion, merupakan hal mendasar yang perlu diketahui oleh para pengrajin sehingga ia sendiri secara pribadi dan produknya bisa bersaing dengan baik.
Untuk menghasilan produk yang baik sehingga laku dijual, seorang seniman tradisional harus memahami bagaimana memproduksi anyaman rotan yang layak jual, kemudian mempromosikannya dan memiluh tempat yang strategis agar produk yang dipajang ada kemungkinan dilihat banyak orang.

